Launching dan Pelepasan Mahasiswa KkN Tematik Gentaskin Batch II Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT di Oelamasii


KABUPATEN KUPANG, Proklamator.com-- Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrim) Batch II resmi dimulai setelah di launching Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan, di aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi.

Launching KKN Tematik GENTASKIN sekaligus pelepasan 2.319 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di seluruh daerah di NTT tersebut turut pula dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris, Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leo Efriansyah, Direktur Penilitian dan Pengabdian Masyarakat Kemendiktisaintek, I Ketut Adnyana, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, 13 Kepala Daerah se-NTT, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, Kepala LLDIKTI XV, Adrianus Amheka, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, dan para pimpinan Kampus yang terlibat dalam KKN Tematik GENTASKIN Batch II.

Fauzan dalam sambutannya mengatakan, kemiskinan materi bukanlah masalah tersebar yang harus diperhatikan bersama, namun lebih dari itu kemiskinan mental dalam masyrakat adalah sesuatu yang harus diupayakan untuk diberantas, karena akan sangat mempengaruhi usaha untuk keluar dari situasi kemiskinan materi.

Oleh karena itu Fauzan berharap, para mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik GENTASKIN Batch II dapat menularkan ilmu dan energi positif mereka dari kampus kepada masyarakat, agar selalu bekerja keras dengan bermental baja dalam setiap usaha mereka berupaya keluar dari situasi kemiskinan materi.

“ Parameter kemiskinan tidak semata-mata bersifat materialistic, ada kemiskinan mental yang harus kita lawan bersama.

Jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat, manfaatkan sebaik mungkin KKN sebagai sarana belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat”, tegas Fauzan.

Abdul Haris, mengatakan, ia memberi apresiasi kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi yang telah mendukung penyelenggaraan program KKN Tematik GENTASKIN tersebut.

Ia berharap kehadiran para mahasiswa di 100 desa sasaran dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan pemecahan masalah di lapangan.

“ Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran, tempat mahasiswa GENTASKIN menemukan ruang untuk berkarya, berinovasi, dan turut membangun kemandirian masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tutur Abdul Haris.

Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki mengatakan, adalah kehormatan dan kebanggan besar bagi Kabupaten Kupang menjadi tuan rumah Launching dan Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN Batch II.

Dijelaskan, dengan melihat topografi dan keadaan Kabupaten Kupang sendiri, Pemerintah Kabupaten Kupang merasa bersyukur Kabupaten Kupang menjadi salah satu daerah pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN Batch II, dan berharap mahasiswa yang melakukan KKN menjadikannya sebagai kesempatan terbaik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, sekaligus belajar dari nilai–nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan local masyrakat yang hidup di desa di Kabupaten Kupang.

Mahasiswa hadir membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat menhadirkan pengalaman, nilai–nilai kehidupan, serta kearifan lokal yang tidak ditemukan di bangku kuliah. Disitulah kolaborsa yang sesungguhnya tumbuh”, ujar Aurum Titu Eki.

KKN Tematik GENTASKIN sendiri merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menempatkan pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai agenda prioritas nasional yang menuntut keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.


BACA JUGA :