Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pelayanan, peluang, dan tantangan yang dihadapi RSDK Jiwa Naimata. Selain meninjau fasilitas dan sarana pelayanan, Wagub Johni Asadoma secara aktif berinteraksi dengan para tenaga medis, pegawai, dan pasien di berbagai ruangan rumah sakit.
Dalam setiap ruang yang dikunjungi, Wagub tampak menyapa satu per satu petugas medis dan tenaga kesehatan, menanyakan kondisi pelayanan, kebutuhan sarana kerja, serta memberikan semangat agar mereka terus bekerja dengan penuh dedikasi.
Ia juga menyapa pasien-pasien yang tengah dirawat maupun yang datang berobat, memberikan dorongan moral dan pesan agar tetap semangat menjalani proses pemulihan.
" Saya melihat fasilitas di RSDK Jiwa Naimata ini sudah sangat baik dan memenuhi standar. Namun yang paling penting adalah sikap dan hati dalam melayani. Moto Melayani dengan Hati Terbuka harus sungguh diwujudkan.
Melayani pasien dengan gangguan kejiwaan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan lebih dari sekadar panggilan tugas. Ini adalah panggilan mulia panggilan untuk melayani sesama manusia,” ujar Wagub Johni Asadoma.
Plt. Direktur RSDK Jiwa Naimata Nova Elim menjelaskan bahwa saat ini terdapat 13 pasien yang dirawat, terdiri dari 8 pasien laki-laki, 1 pasien perempuan, dan 4 pasien di ruang Padar.
Adapun sumber pendapatan RSDK Jiwa Naimata berasal dari retribusi jasa umum meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, uji kesehatan, tindakan medik psikiatri, rehabilitasi medik, penggunaan ambulans, farmasi, dan laboratorium serta retribusi jasa usaha lainnya seperti pengelolaan kantin dan jasa pencucian kendaraan bermotor.
Realisasi pendapatan rumah sakit dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan mencapai lebih dari 100%.
Nova Elim juga menambahkan bahwa ke depan RSDK Jiwa Naimata berupaya berkembang menjadi rumah sakit umum dengan pelayanan khusus kejiwaan, yang memerlukan tambahan tenaga dokter spesialis, antara lain saraf, anestesi, neurologi, rehabilitasi medik, dan dokter umum.
Pihak rumah sakit juga terus melakukan inovasi pelayanan, termasuk sosialisasi pentingnya pemeriksaan kejiwaan secara rutin minimal dua kali setahun bagi masyarakat, serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang.
" Sebagai bagian dari terapi pasien, RSDK Jiwa Naimata turut menyediakan kebun terapi yang digunakan bagi pasien untuk bercocok tanam sebagai bagian dari proses penyembuhan.
Kunjungan Wagub Johni Asadoma diakhiri dengan pesan agar seluruh jajaran RSDK Jiwa Naimata terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan dengan hati yang penuh kasih.
Pelayanan di sini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan. Lakukan semuanya dengan hati dan kasih,” tutup Wagub.
