Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kupang Yosef Lede meminta dukungan KSOP bersama Pelni dan ASDP melancarkan arus transportasi di wilayah Kabupaten Kupang khususnya pelayanan kapal Fery Kupang - Semau. Saat ini sudah berjalan, hanya belum rutin dan di beberapa hari hanya melayani di pagi hari saja.
" Pada kesempatan tersebut Bupati Yosef menyampaikan harapan agar pelayanan Fery Kupang Semau PP, dapat dilakanakan setiap hari dan melayani jadwal pagi dan sore hari guna membantu akses transportasi dan kehidupan masyarakat.
Akses transportasi yang baik berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat bisa menjual hasil bumi, bisa membeli kebutuhan dasar di Kupang dan yang terpenting, wisatawan yang mau datang ke Semau dapat datang kapan saja dan pulang dengan jadwal waktu penyeberangan yang pasti," ungkap Bupati Yosef.
Ditambahkannya bahwa Pembangunan sektor pariwisata di Pulau Semau sedianya akan digenjot secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, seperti pembangunan patung Kristus dan pengembangan pantai Liman sebagai wisata premium di wilayah Kabupaten Kupang.
Dirinya menjelaskan bahwa suplai bahan material di pulau Semau sebagian besar dibeli dari Kupang. Namun kondisi rute yang dijalani saat ini sangat mengganggu proses pembangunan dan ekonomi masyarakat karena pulau Semau akan menjadi destinasi wisata kelas premium.
Masyarakat juga ingin hidup dengan baik. Apalagi kebutuhan masyarakat pada bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi sangat tinggi. Besok kita sudah mulai melakukan pembersihan lokasi patung Kristus.
" Dalam minggu ini ada pertemuan dengan Menteri BUMN, kita juga akan mengusulkan pembangunan hotel pemilik BUMN di Liman", tegas Bupati Yosef Lede.
Kita ingin proses pembangunan jangan terhambat oleh karena rute penyeberangan kadang tidak ada. ASDP tolong bantu. Karena mulai bulan depan sudah dilakukan pembangunan dan kita membutuhkan mobilitas yang cukup tinggi untuk mengangkut bahan bangunan.
Kiranya KSOP bisa berkoordinasi dengan pihak ASDP untuk bisa melihat ini sebagai sesuatu yang penting. Karena banyak petani kita yang sudah membawa hasil panen mereka namun kapal tidak kunjung datang.
" Selain itu, Bupati Kupang juga mengharapkan dukungan terkait parkiran di wilayah pelabuhan, kiranya sebagian wilayah perkiraan ASDP bisa diberikan ke Pemerintah Kabupaten Kupang dan akan ditempatkan petugas di pintu masuk untuk mobilitas kendaraan yang memuat material agar semua kendaraan yang keluar dari wilayah Kabupaten Kupang yang memuat material wajib membayar pajak demi meningkatkan PAD di wilayah Kabupaten Kupang.
Disamping itu, Kepala KSOP Kupang, Simon B. Baon, S.Sos, M.H, dalam penyampaiannya mendukung apa yang disampaikan oleh Bupati Kupang. "Saya setuju dengan masukan Bupati Kupang. Kita ada disini untuk berdiskusi mencari solusi dan potensi demi mendukung pengembangan ekonomi dan sektor wisata.
" Terkait pembangunan patung Kristus, sangat luar biasa karena potensinya sangat banyak, baik itu religi, wisata dan ekonomi masyarakat. Untuk itu memang perlu transportasi darat, laut maupun udara, mungkin dari ASDP bisa memperhatikan terkait jadwal agar setiap hari ada kegiatan penyebrangan", ujarnya.
Tidak hanya itu pihaknya juga sudah mengusulkan rencana pembangunan pelabuhan Sulamu kurang lebih 52 M untuk tahun 2027 tapi karena kendala lahan mungkin kita bisa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar ada percepatan, karena dy adalah cikal bakal pengembangan dari pelabuhan Tenau.
Dirinya juga mengakui terkait galian C, seperti pasir Takari yang sudah diuji oleh laboratorium, yang juga termasuk dalam material pembangunan favorit d Kupang.
Tidak hanya bahan material namun potensi ternak juga bisa dialihkan melalui muatan ternak ke Sulamu untuk mengangkut ternak-ternak dari Kupang menuju Sulam, dimana ini juga merupakan potensi PAD yang sangat menjanjikan.
Turut hadir, Kepala ASDP Kupang yang diwakili oleh Manager Teknik dan Usaha ASDP, Kepala Pelni Kupang Teguh Hari Setiadi, para Pejabat Struktural ASDP, para pimpinan OPD Lingkup Kab. Kupang, Camat Semau dan Semau Selatan serta para Kades.
