Wali Kota Apresiasi PSMTI: Rayakan Kemerdekaan Dengan Langkah Beesama dan Peduli Lingkungan


KOTA KUPANG, Proklamator.com--Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Di Kota Kupang, semangat itu juga diwujudkan melalui langkah sederhana: berjalan bersama, merawat persaudaraan, sekaligus menjaga lingkungan.

Hal tersebut terlihat dalam Fun Walk 2026 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang di Pantai Warna Oesapa, Minggu (16/8/26), dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, hadir membuka kegiatan tersebut.

Turut hadir Ketua PSMTI Provinsi NTT, Hengky Lianto, Anggota DPRD Kota Kupang, Ahmad Thalib, Ketua PSMTI Kota Kupang, Deddy Tanjung, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Alvin Ari Wijayanto, Wakil Ketua PSMTI Provinsi NTT, Krisantus Fulbertus, serta para peserta Fun Walk.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang, dr. Christian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PSMTI Kota Kupang yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, Fun Walk yang dirangkaikan dengan aksi pungut sampah menunjukkan bahwa komunitas masyarakat dapat mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki pesan sosial yang kuat.

Terima kasih dan apresiasi kepada PSMTI Kota Kupang yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Saya kira ini bukan sekadar jalan bersama, tetapi ada pesan persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Christian.

Menurut Wali Kota, pilihan Fun Walk sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan sangat relevan. Bangsa Indonesia sendiri, katanya, lahir dari sebuah perjalanan panjang yang ditempuh bersama oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang.

“ Bagi saya kita tidak sekadar berjalan bersama. Bangsa Indonesia ini ada karena sebuah perjalanan panjang perjuangan. Karena itu, kegiatan jalan bersama ini sangat tepat dengan momentum peringatan kemerdekaan,” katanya.

dr. Christian melihat keberagaman peserta Fun Walk sebagai gambaran kecil wajah Indonesia. Mereka datang dengan usia, pekerjaan, suku, marga dan latar belakang yang berbeda, tetapi memilih berjalan di jalan yang sama menuju tujuan yang sama.

“Begitulah bangsa Indonesia seharusnya. Kita datang dari latar belakang yang berbeda, usia berbeda, pekerjaan berbeda, marga berbeda, bahkan langkah kita pun berbeda.

Tetapi kita memilih untuk berjalan bersama di jalan yang sama untuk tujuan yang sama,” ungkapnya.

Dari situ, Wali Kota menegaskan satu pesan penting tentang makna persatuan. “Persatuan itu bukan menjadi sama, tetapi berjalan bersama meskipun berbeda, “ yang disambut tepuk tangan peserta.

Ia mengajak masyarakat Kota Kupang untuk terus merawat keberagaman sebagai kekuatan, bukan menjadikannya sebagai alasan untuk membangun jarak. “Keberagaman di Kota Kupang ini tidak pernah menjadi penghalang, tetapi selalu menjadi kekuatan.

Tidak pernah menjadi jarak pemisah, tetapi selalu menjadi jembatan. Itulah keberagaman yang ada di Kota Kupang, dan mari kita jaga terus,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi khusus kepada PSMTI dan warga etnis Tionghoa yang selama ini turut berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak dibangun oleh satu kelompok, suku, agama atau etnis, melainkan oleh seluruh elemen bangsa yang mampu bekerja bersama dalam perbedaan.

“Perjuangan bangsa ini tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat, termasuk warga etnis Tionghoa.

Bangsa ini ada sampai hari ini bukan karena satu suku, satu agama atau satu etnis, tetapi karena banyak suku, banyak agama dan banyak etnis mampu bekerja bersama,” tuturnya.

Menurutnya, kontribusi masyarakat melalui kegiatan sosial seperti yang dilakukan PSMTI merupakan bagian penting dari semangat membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama.

Ia mengibaratkan keberagaman Kota Kupang seperti taman yang indah karena memiliki banyak warna bunga. Demikian pula kain tenun yang justru menjadi indah karena tersusun dari berbagai warna benang yang dirangkai dalam harmoni.

“ Taman itu menjadi indah bukan karena satu warna bunga, tetapi karena warna-warni bunga yang ada. Sama seperti pakaian tenun yang kita pakai, terdiri dari berbagai macam benang berwarna, tetapi ketika dirangkai dengan proporsi yang tepat, menjadi harmoni yang sangat indah. Itulah Kota Kupang,” jelasnya.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak harus memiliki identitas, marga maupun agama yang sama untuk dapat hidup sebagai saudara.

" Kita tidak perlu memiliki identitas yang sama untuk menjadi saudara. Kita tidak perlu memiliki marga yang sama untuk saling menjaga. Dan kita tidak perlu memiliki agama yang sama untuk saling menghormati.”

Tidak berhenti pada olahraga dan silaturahmi, PSMTI Kota Kupang juga merangkaikan Fun Walk dengan aksi pungut sampah di kawasan Pantai Warna Oesapa.

Bagi Wali Kota, langkah tersebut menjadi nilai tambah penting dalam kegiatan perayaan kemerdekaan. Menurutnya, mencintai Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol dan seremoni, tetapi juga melalui tindakan nyata menjaga ruang hidup bersama.

Aksi pungut sampah sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang Deddy Tanjung menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Fun Walk 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut digelar bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga memperkuat persatuan, keberagaman dan semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

“ Ini adalah wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ujar Deddy.

Ia menambahkan, aksi pungut sampah merupakan bentuk kepedulian PSMTI terhadap lingkungan, khususnya kawasan Pantai Warna Oesapa.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.


BACA JUGA :