Camat Oebobo Pengolahan Sampah Bisa Menghasilkan 4 Juta Sampai 5 Juta Perbulan
KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Jadi penanganan dan pengurangan sampah melalui program Wali Kota Kupang yaitu hotmet untuk penanganan sampah yaitu TPST dikecamatan oebobo" ujar Camat Oebobo Kota Kupang, Zet Batmalo dilokasi TPST Oebufu, Rabu siang (15/7/26), jadi di sini sistem Penanganannya sudah sampai di tahap pengolahan sampah.Jadi dulunya masih angkut dari tiap rumah tangga kemudian pila saja sekarang sudah pilla dan pengelolaan, mesin-mesin sudah diturunkan dari DLHK Kota Kupang dan mudah- mudahan tidak ada hambatan bulan depan sudah mulai dengan pengelolaan," katanya.
Zet Batmalo, di sini Ketua LPM Kelurahan Oebufu juga sekaligus menjadi ketua badan pengurus TPST Kecamatan Oebobo, dengan personil yanga ada ini kurang lebih 16 orang pekerja di TPST.
jadi dengan adanya Penanganan dan pengurangan sampah ini di TPST dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang melakukan pemilaan yaitu warga pengumpul dan pemilah sampah WPS," ungkapnya.
" Kemudian SDM atau sumber daya manusia yang digunakan atau mengelola di TPST, itu ada peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengelolah sampah dan kita berharap kepada masyarakat di seluruh wilayah kecamatan Oebobo, 7 kelurahan.
Zet Batmalo, diharapkan untuk memilah sampah kemudian sampahnya bisa jual untuk peningkatan ekonomi dan mengolah sampah menjadi pupuk secara sederhana di tiap-tiap rumah tangga maupun pelaku UMKM.
Dan memang ini membutuhkan kesadaran yang serius dari seluruh warga masyarakat termasuk perilaku UMKM sehingga penanganan sampai ini bisa dilaksanakan dengan baik," jelas Camat Oebobo, Zet Batmalo.
Semantara itu Ketua LPM Kelurahan Oebufu,Yezkiel Lio dan juga dipercayakan sebagai ketua pengelola TPS Kelurahan Oebufu yang sekarang ada di TPST Kecamatan Oenobo, yang pertama itu untuk khusus pengelolaan sampah seharusnya warga bersyukur karena mulai dari kegiatan ini kelurahan Oebufu itu secara kebersihan, milai terlihat bahwa memang sangat berubah dari yang sebelumnya dan sebelum kegiatan ini berjalan.
Yezkiel, harapan kami khusus sebagai warga itu sampah ini menjadi nilai ekonomis yang baik, setiap rumah tangga itudia nisa memilah sampah dan sampah dipila itu dijadikan sebagai atau ditukar begitu dengan nilai ekonomi, seperti plastik, gardus, botol itukan mengjasilkan uang.
Tetapi sampai saat ini kelurahan oebufu itu hampir seluruh warga itu, belum melakukan hal itu. Sehingga pemilaan itubterjadi di tps dan di tps kami mempekerjakan ibu untuk pila sampah yang dibawa dari rumah tangga itu dan dari hasil pila itu mendapatkan biaya ekonomi atau dapatkan upah dari yang mereka pila," ucapnya.
Tambah, Yezkiel srtiap bulan kami timbang dan kami kerjasama dengan bank sampah mutara timor, jadi semua samph yang kami pila itu setiap bulan itu, minimal paling tidak 2 ton yang kami timbang ke bamk sampah mutiara timor dengan nilai itu paling tinggi.itu 4 juta sampai 5 juta perbulan.
Kenapa 4 sampai 5 juta perbulan karena nilai sampah inikan berbeda-beda gardusnya dan kertas hvs dan ada plastik itu ada campuran. Sehingga dari sekian ton bisa hanya 4 juta sampai 5 juta disesuaikan karena harga plastik itu bisa berubah-ubah dangan keadaan yang bisa timbang," paparnya.
Jadi harapan saya sebagai ketua LPM sekaligus Ketua pengelolah apabila masyarakat semua melakukan hal yang sama memila nilai ekonomi yang dari hasil pila dan kami melakukan di tps," turup Yezkiel Lio
