Gubernur NTT Ajak Lulusan Undana Gunakan Al Secara Bijak dan Meenjadi Penggerak Pembangunan Daerah


KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Hari ini adalah hari kemenangan atas perjuangan panjang yang telah dilalui. Gelar akademik bukan sekadar pencapaian, tetapi amanah intelektual dan tanggung jawab moral untuk mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan khususnya bagi Nusa Tenggara Timur yang kita cintai."

Demikian disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri Upacara Pengukuhan Lulusan Wisuda Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Periode II Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Grha Cendana, Undana pada. Selasa (30/6/26).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan sekaligus mengajak para lulusan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijaksana demi kemajuan NTT.

Ia turut mengapresiasi kepada para orang tua dan wali, keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika Undana yang telah mendampingi para mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, wisuda merupakan bukti nyata keberhasilan proses pendidikan sekaligus momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Undana.

“ Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT sangat berharap kerja sama yang sudah terjalin menjadi semakin kuat dan strategis dengan Undana, baik dalam riset terapan, pengembangan inovasi daerah, pendampingan desa, penguatan UMKM, hingga penyusunan kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah.

Biar apa yang sudah terjalin bersama Undana dapat berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat NTT yang kita cintai,” katanya.

Dalam sambutannya, Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, AI merupakan teknologi yang mampu mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari penelitian, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pertanian. Namun demikian, AI tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki manusia.

“ AI adalah alat yang luar biasa. Ia mampu membantu penelitian, mempercepat analisis data, meningkatkan pelayanan publik, mendukung dunia kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga membuka peluang usaha baru.

Namun, sehebat apa pun AI, ia tidak akan pernah menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, integritas, empati, dan kebijaksanaan yang dimiliki manusia.

Saya mengajak seluruh lulusan Undana untuk menggunakan AI secara bijaksana, bertanggung jawab, dan beretika,” tegas Gubernur NTT.

Mengutip Nelson Mandela yang mengatakan, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world,” Gubernur NTT mengajak para lulusan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan untuk menghadirkan perubahan nyata di NTT.

“ Kita membutuhkan inovasi di sektor pertanian, penguatan ekonomi lokal, efisiensi birokrasi, dan peningkatan kualitas kesehatan.

Senjata ilmu pengetahuan yang kalian miliki harus diarahkan untuk meruntuhkan tembok kemiskinan dan ketertinggalan di bumi Flobamora,” ujarnya.

Gubernur NTT juga mengajak para lulusan untuk tidak ragu kembali ke kampung halaman dan menjadi bagian dari pembangunan desa.

Menurutnya, masa depan tidak selalu harus dibangun di kota, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pengabdian di desa dengan memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melalui Program One Village One Product (OVOP) terus mendorong hilirisasi produk-produk unggulan desa.

Karena itu, para lulusan diharapkan dapat berperan sebagai pendamping masyarakat dalam pengelolaan usaha, pemasaran, akses pembiayaan, penguatan kelembagaan desa, hingga pemberdayaan UMKM.

Para lulusan Undana memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan sosial dan kelembagaan. Mereka dapat mengadvokasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan desa, membangun jejaring dengan pemerintah, swasta maupun lembaga lainnya, serta menginisiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Lulusan yang kembali ke desa bukan sekadar pulang, melainkan membawa misi sebagai lokomotif penggerak pembangunan desa menuju kesejahteraan yang lebih merata,” ungkapnya.

Khusus bagi lulusan bidang kesehatan, Gubernur NTT menegaskan bahwa perjuangan mewujudkan NTT Sehat masih membutuhkan kontribusi nyata seluruh tenaga kesehatan, terutama dalam mengatasi persoalan stunting, meningkatkan pelayanan di wilayah 3T, serta mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

“ Jadilah pionir-pionir yang membawa perubahan di tengah masyarakat dengan bekal ilmu yang sudah diperoleh dari bangku perkuliahan,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur NTT mengajak seluruh lulusan Undana untuk terus menjadikan ilmu sebagai terang, karakter sebagai fondasi, dan iman sebagai kompas dalam menjalani kehidupan.

“ Selamat berjuang, selamat mengabdi, dan selamat berkarya di tengah masyarakat,” tutup Gubernur.

Sebelumnya, Rektor Undana, Jefri S. Bale, dalam pidatonya menyampaikan bahwa dalam konteks penguatan tata kelola perguruan tinggi, Undana telah melantik empat Wakil Rektor periode 2026–2030.

Ia juga menyampaikan capaian prestasi PSM Bella Cantare Undana di ajang internasional, serta melaporkan bahwa sejak tahun 1962 Undana telah menghasilkan lebih dari 103.857 alumni.

" Pada wisuda periode ini, Undana mengukuhkan 1.421 wisudawan, terdiri atas 466 laki-laki dan 955 perempuan.

Pada kesempatan ini, saya turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, salah satu alumni terbaik Fakultas Kedokteran," ucapnya.

Ia juga mengajak para wisudawan untuk senantiasa menghormati pengorbanan orang tua dan wali yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.

Dalam refleksinya mengenai kepemimpinan, Rektor kembali mengangkat filosofi bidak catur yang sebelumnya pernah ia sampaikan. Setelah berbicara mengenai kepemimpinan visioner, taktis, protektif, dan adaptif melalui filosofi bidak kuda, kali ini ia mengajak seluruh hadirin melihat filosofi bidak pion yang kerap dianggap kecil namun memiliki peran penting.

Pada kesempatan tersebut, Ia turut menyampaikan adaptasi pandangan akademisi IPB, yang mengatakan bahwa AI merupakan bentuk akal imitasi.

Kemudahan yang ditawarkan AI dapat membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, melalui Pemerintah Provinsi NTT, ia mendukung pencanangan Siber Sehat NTT sebagai upaya menghadapi ancaman degradasi mental akibat penggunaan teknologi secara instan," ungkapnya.

" Kepada para wisudawan, Ia menitipkan tiga karakter utama sebagai bekal menjalani kehidupan setelah lulus.

Pertama, pantang mundur dan terus melangkah maju dengan tetap fokus pada masa depan.

Kedua, menjaga integritas karena setiap langkah, keputusan kecil, dan pilihan moral setelah meninggalkan kampus akan menentukan perjalanan hidup.

Ketiga, lulusan Undana harus memiliki jiwa kepemimpinan dengan mendahulukan kepentingan publik di atas ego dan kepentingan pribadi. Ia kemudian mengingatkan filosofi emas bidak pion dalam permainan catur.

“ Jika sebuah pion konsisten berjalan maju, teguh menghadapi benturan, bersandar pada formasi kebersamaan, dan menolak segala bentuk jalan instan, maka ketika berhasil menyentuh ujung papan ia berhak mendapat promosi.”

Sebagai penutup, Rektor mengajak seluruh wisudawan menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti akal sehat.

Hari ini saya berharap para wisudawan melakukan lompatan akhir. Gunakan akal imitasi hanya sebagai alat bantu, tetapi akal sehat sebagai penggerak utama membangun bumi Flobamorata. Jangan lupakan almamater dan kembalilah untuk menjadi inspirasi. Selamat berkarya kepada 1.421 wisudawan Undana.”

Turut hadir jajaran Senat Undana, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, para pimpinan perguruan tinggi, pejabat instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta para wisudawan bersama orang tua dan wali.


BACA JUGA :