KOTA KUPANG, Proklamator.com– Tiga tim mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan meloloskan proposal inovatif dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional tahun 2026.Melalui skema pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), para mahasiswa lintas disiplin ini siap membawa solusi ilmiah bagi permasalahan lingkungan dan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
" Pengumuman kelulusan tersebut dirilis resmi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) pada 22 Mei 2026.
" Ketiga tim yang lolos mewakili skema Riset Eksakta (RE), Pengabdian kepada Masyarakat (PM), dan Video Gagasan Konstruktif (VGK).
Pantau Pencemaran Sungai di Kota Kupang
Di bidang Riset Eksakta, tim dari Prodi Kimia Fakultas Sains dan Teknik (FST) mengembangkan sistem pengambilan sampel air secara pasif berbasis mikrobutiran inklusi polimer. Penelitian ini fokus pada deteksi kadar ion besi ($Fe^{3+}$) di tiga titik vital, yaitu Sungai Liliba, Naioni, dan Naimata.
Ketua tim, Paskalina Fransiska Patus, menjelaskan bahwa riset ini didasari keprihatinan terhadap aktivitas warga yang sering mencuci hewan sembelihan di sungai, yang berisiko meningkatkan kadar besi hingga di atas ambang batas.
“ Jika ditemukan kadar berlebih, kami akan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang mencemari air tersebut,” tegas Paskalina.
Fokus pada Mentalitas Pengasuh Panti Asuhan
Inovasi berbeda datang dari tim Prodi Farmasi dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui program bertajuk “PKM-PM TANGGUH”, kelompok yang diketuai Meliana Dominika Wensia ini menyasar Panti Asuhan Kasih Agape. Uniknya, pendampingan tidak ditujukan bagi anak panti, melainkan khusus untuk para pengasuh yang merupakan alumni panti tersebut.
Kami melihat adanya tantangan pada kesiapan mental pengasuh internal. Kami ingin memastikan mereka memiliki pola asuh yang efektif dan kesehatan mental yang terjaga dalam membimbing anak-anak panti,” jelas Meliana.
Teknologi Pemulihan Saraf Pasca-Strok
Sementara itu, tim dari Prodi Pendidikan Dokter dan Farmasi meluncurkan gagasan konstruktif berupa “SARAMA”, sebuah perangkat stimulasi saraf adaptif untuk pemulihan fungsi motorik pasien pasca-strok. Ivander Yosef Lelo, ketua tim VGK, mengungkapkan bahwa alat ini dirancang sebagai terapi stimulasi untuk mengembalikan kemampuan gerak penderita disabilitas akibat strok.
Meski disusun dalam waktu singkat di tengah kepadatan jadwal kuliah, gagasan ini berhasil menarik perhatian juri nasional karena urgensinya dalam menjawab tren peningkatan kasus strok di Indonesia.
Menuju Panggung PIMNAS
Keberhasilan meraih pendanaan ini merupakan tahap awal menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan diselenggarakan di Universitas Diponegoro, Semarang. Selama periode Mei hingga November 2026, ketiga tim akan menjalani tahapan pelaksanaan program, pelaporan kemajuan, hingga penilaian akhir.
" Dukungan penuh dari universitas dan pendampingan intensif dari dosen pembimbing diharapkan mampu mengantarkan delegasi
Undana meraih medali di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus mempertegas peran Undana dalam melahirkan riset dan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat NTT dan nasional
" Ketiga tim yang lolos mewakili skema Riset Eksakta (RE), Pengabdian kepada Masyarakat (PM), dan Video Gagasan Konstruktif (VGK).
Pantau Pencemaran Sungai di Kota Kupang
Di bidang Riset Eksakta, tim dari Prodi Kimia Fakultas Sains dan Teknik (FST) mengembangkan sistem pengambilan sampel air secara pasif berbasis mikrobutiran inklusi polimer. Penelitian ini fokus pada deteksi kadar ion besi ($Fe^{3+}$) di tiga titik vital, yaitu Sungai Liliba, Naioni, dan Naimata.
Ketua tim, Paskalina Fransiska Patus, menjelaskan bahwa riset ini didasari keprihatinan terhadap aktivitas warga yang sering mencuci hewan sembelihan di sungai, yang berisiko meningkatkan kadar besi hingga di atas ambang batas.
“ Jika ditemukan kadar berlebih, kami akan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang mencemari air tersebut,” tegas Paskalina.
Fokus pada Mentalitas Pengasuh Panti Asuhan
Inovasi berbeda datang dari tim Prodi Farmasi dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui program bertajuk “PKM-PM TANGGUH”, kelompok yang diketuai Meliana Dominika Wensia ini menyasar Panti Asuhan Kasih Agape. Uniknya, pendampingan tidak ditujukan bagi anak panti, melainkan khusus untuk para pengasuh yang merupakan alumni panti tersebut.
Kami melihat adanya tantangan pada kesiapan mental pengasuh internal. Kami ingin memastikan mereka memiliki pola asuh yang efektif dan kesehatan mental yang terjaga dalam membimbing anak-anak panti,” jelas Meliana.
Teknologi Pemulihan Saraf Pasca-Strok
Sementara itu, tim dari Prodi Pendidikan Dokter dan Farmasi meluncurkan gagasan konstruktif berupa “SARAMA”, sebuah perangkat stimulasi saraf adaptif untuk pemulihan fungsi motorik pasien pasca-strok. Ivander Yosef Lelo, ketua tim VGK, mengungkapkan bahwa alat ini dirancang sebagai terapi stimulasi untuk mengembalikan kemampuan gerak penderita disabilitas akibat strok.
Meski disusun dalam waktu singkat di tengah kepadatan jadwal kuliah, gagasan ini berhasil menarik perhatian juri nasional karena urgensinya dalam menjawab tren peningkatan kasus strok di Indonesia.
Menuju Panggung PIMNAS
Keberhasilan meraih pendanaan ini merupakan tahap awal menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan diselenggarakan di Universitas Diponegoro, Semarang. Selama periode Mei hingga November 2026, ketiga tim akan menjalani tahapan pelaksanaan program, pelaporan kemajuan, hingga penilaian akhir.
" Dukungan penuh dari universitas dan pendampingan intensif dari dosen pembimbing diharapkan mampu mengantarkan delegasi
Undana meraih medali di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus mempertegas peran Undana dalam melahirkan riset dan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat NTT dan nasional

