Posko Terpadu Bandara Internasional El Tari Kupang, Siap Hadapi Lonjakan Penumpang di Arus Mudik Lebaran 2026


 KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Bandara El Tari Kupang bersiap menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026 dengan membuka Posko Terpadu Angkutan Udara yang berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. 

Disampaikan oleh General Manager Bandara El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan berbagai bahwa, persiapan telah dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

" Karena Bandar udara merupakan salah satu pusat transportasi utama saat Lebaran, Karena dengan adanya  keberadaan posko angkutan Lebaran sangat penting untuk memastikan perjalanan penumpang berlangsung aman, nyaman, dan lancar" kata Teguh Darmawan Saiman saat dalam apel untuk pembukaan Posko Angkutan Lebaran di Bandara El Tari Kupang pada, Jumat sore (13/3/26).

Ia menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 3.450 orang. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 atau 27 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 3.819 orang," ujar Teguh.

" Untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan harga tiket pesawat, pihak bandara juga memberikan diskon hingga 50 persen pada Passenger Service Charge (PSC) atau jasa pelayanan penumpang pesawat udara. 

Dengan adanya kebijakan tersebut, biaya PSC yang sebelumnya sekitar Rp70.000 menjadi sekitar Rp35.000 selama periode Lebaran," ucapnya.

Teguh, operasional bandara yang biasanya berlangsung dari pukul 05.30 hingga 20.30 WITA akan ditingkatkan menjadi siaga 24 jam selama masa angkutan Lebaran. 

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan penerbangan maupun kemungkinan penambahan jadwal penerbangan dari maskapai, dengan belum ada pengajuan extra flight dari maskapai, kami tetap standby, apa bila  ada penambahan penerbangan.

" Bandara El Tari Kupang sendiri memiliki kapasitas terminal sekitar 2 juta penumpang per tahun dengan luas terminal 16.400 meter persegi. Bandara ini juga dilengkapi runway sepanjang 2.500 x 45 meter yang mampu melayani pesawat jenis Boeing 737 dan Airbus A320, serta memiliki 17 parking stand untuk pesawat.

Selain itu, pihak bandara juga telah melakukan berbagai pengecekan fasilitas keselamatan dan keamanan, termasuk sistem X-ray, runway, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Teguh, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai instansi seperti AirNav Indonesia, BMKG, Basarnas, kepolisian, dan unsur TNI untuk memastikan kelancaran operasional selama periode mudik.

Pengelola bandara berharap seluruh pihak dapat bekerja sama sehingga arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Bandara El Tari Kupang dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat," ungkapnya.

Dalam pengamanan selama periode mudik Lebaran 2026 di Bandara El Tari Kupang juga diperkuat oleh unsur TNI Angkatan Udara dari Lanud El Tari," jelasnya..

Kepala Dinas Operasi Lanud El Tari Kupang, Sulistyo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan puluhan personel yang terlibat langsung dalam pengamanan di bandara, serta ratusan personel cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama periode angkutan Lebaran.

Dengan personel yang terlibat langsung di posko sekitar 25 orang, namun kami juga menyiapkan lebih dari 150 personel cadangan yang siap dikerahkan apabila dibutuhkan,” pintanya.

" Menurutnya, dukungan pengamanan tidak hanya dilakukan di Kupang, tetapi juga melibatkan personel TNI AU yang bertugas di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, seperti Alor dan Rote, untuk membantu menjaga keamanan wilayah udara serta mendukung operasional penerbangan.

Ia menambahkan, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari pengamanan wilayah, pengawasan aktivitas di bandara, hingga kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat,' ucap Sulistyo.

“Dengan meningkatnya frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang selama Lebaran, tentu potensi kerawanan juga ikut meningkat. Karena itu kami menyiapkan personel tambahan untuk memastikan pengamanan tetap optimal dan terus siaga.

Meski demikian, pihaknya berharap seluruh proses angkutan Lebaran dapat berjalan lancar tanpa adanya kejadian yang memerlukan penanganan khusus,
Ini yang paling penting adalah antisipasi, harapannya saya semua kegiatan bisa berjalan aman dan lancar,” pangkasnya.

Sementara itu Manager Operasi AirNav Indonesia Cabang Kupang, Frisdian Nor Hayati, mengatakan pihaknya telah menjalani proses pengawasan dan monitoring dari regulator terkait kesiapan angkutan udara Lebaran tahun ini.

Hayati,secara regulasi kami juga telah melalui pengawasan dari regulator, dan hasilnya dinyatakan siap untuk mendukung operasional angkutan Lebaran 2026, dalam pengawasan tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni prosedur operasional, sumber daya manusia (SDM) selama arus mudik dan juga arus balik.lebaran.







BACA JUGA :