Perkenalkan NTT Mart di Kompas TV Gubernur NTT " Melki Laka Lena" Tampilkan Jatti Diri NTT Lebih Elegan

KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Kehadiran NTT Mart kini menjadi harapan baru sekaligus tulang punggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur.

Dalam wawancara eksklusif melalui sambungan langsung video di acara Jurnal Nusantara _Kompas TV_ bersama presenter Glenys Octania pada, Jumat pagi(27/3/26), Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkapkan bahwa program ini sukses memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Berbicara langsung dari Gerai NTT Mart di Jl. Palapa, Oebobo, Kota Kupang, Gubernur yang akrab disapa Melki ini menjelaskan bahwa NTT Mart lahir sebagai jawaban atas besarnya defisit perdagangan di NTT yang mencapai Rp51 triliun.

NTT Mart ini lahir dari kami melihat bahwa defisit perdagangan di Nusa Tenggara Timur ini besar sekali, Rp51 triliun. Dan salah satu sumbangan terbesar itu adalah dari sektor kuliner, dan juga produk-produk yang bisa dibuat di NTT tapi ternyata masih banyak sekali kita beli dari luar NTT. Dan juga kami melihat sendiri masih banyak sekali produk UMKM/IKM di seluruh NTT yang ternyata kesulitan sekali untuk dijual. Mereka biasanya menjual dari orang per orang, atau kelompok ke kelompok, dan jarang bisa mendapatkan tempat di pasar konvensional, toko, kios, dan sebagainya,” ujar Gubernur NTT, Melki.

Menurut Gubernur Melki, NTT Mart juga berangkat dari salah satu Dasacita yang dicanangkan pemerintahan Melki-Johni, agar produk-produk NTT dari ladang sampai laut, bisa langsung menuju ke pasar dengan baik.

“ Sejak 12 Agustus, hari Selasa, tahun lalu, kami meluncurkan NTT Mart pertama. Sekarang ini saya lagi berada di lokasi NTT Mart pertama. Dan waktu diluncurkan, saya juga sedang menerima kunjungan komisi IX DPR RI. Jadi, waktu diluncurkan, saya luncurkan bersama Pak Wagub (Johni Asadoma), dan bersama dengan pimpinan dan anggota Komisi IX DPR RI, yang waktu itu dipimpin Pak Charles Honoris.

Jadi, kita luncurkan ini bersama-sama bagian dari keinginan membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM/IKM se-NTT, membuat pasar yang pasti dan jelas sehingga mereka juga bisa sejajar dan bisa juga setara dan menjadi bangga bahwa produk mereka ditaruh di etalase yang bagus.

Dan juga tentu ini menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal. PAD bagi masyarakat desa, kabupaten/kota se-NTT juga provinsi nanti bisa kita ambil dari sini,” ungkapnya.

Sejak diluncurkan pada 12 Agustus 2025 lalu bersama Komisi IX DPR RI, NTT Mart telah menunjukkan kontribusi nyata. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi NTT melonjak dari 3,73% menjadi 5,14%. Selain itu, sektor industri pengolahan mengalami peningkatan di atas 20%, yang dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan.

Menurut Gubernur Melki, di gerai pertama di Kota Kupang saja, dengan modal awal Rp160 juta, perputarannya sudah hampir dua kali lipat dan menyumbang PAD bagi Provinsi NTT. Yang paling membanggakan, pelaku IKM dan UMKM kini berani berproduksi secara rutin karena kepastian pasar di NTT Mart.

Terkait standardisasi produk yang masuk ke NTT Mart, Gubernur Melki menambahkan bahwa NTT Mart dimulai dengan sebuah syarat yang lebih longgar.

" Jadi, saat ini, sejauh bahwa produk-produk itu, misalnya kuliner, kalau sudah lolos dari Dinas Kesehatan, syukur kalau sudah melewati Badan POM, bisa masuk ke NTT Mart.

Juga produk-produk dari wastra, untuk urusan kain maupun hilirisasinya, juga dari _fashion_ dan berbagai produk turunannya, silakan masuk ke sini setelah melewati berbagai dinas terkait di kabupaten/kota ataupun provinsi. Dan juga kami mulai melibatkan perbankan, karena memang kami memang mendorong perbankan, ataupun lembaga keuangan yang menyalurkan KUR,”katanya.

" Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki turut mengisahkan pengalaman ketika mengajak Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, ke NTT Mart Jalan Palapa.

Pak Maman sendiri juga terkaget-kaget. NTT Mart ini bisa menjadi contoh bahwa produksi UMKM itu harus mendapat perlakuan khusus dan diberikan pasar yang tersendiri seperti NTT Mart ini.

Tempat ini sudah banyak didatangi, dan mereka merasa bersyukur karena kalau ke NTT saat ini, kalau mau pulang bawa oleh-oleh khas NTT, di sini tempatnya. Kuliner ada, kain tenun ada, turunan dari kain tenun juga ada di sini. Kemudian juga baju-baju juga ada di sini. Prinsipnya kami ingin menampilkan jati diri NTT yang lebih elegan, yang lebih mudah diterima, dan bisa menjadi nilai tambah bagi para pengusaha UMKM/IKM di seluruh NTT,” kenangnya.

Untuk menjaga keberlanjutan pasokan produk, Pemerintah Provinsi NTT menerapkan strategi “Tiga Kaki” melalui program:

1. One Village One Product: Mewajibkan setiap desa/kelurahan memiliki minimal satu produk unggulan.
2. One School One Product: Mendorong SMA/SMK/SLB menghasilkan produk kreatif (saat ini sudah ada NTT Mart berbasis sekolah di Kupang).
3. One Community One Product: Melibatkan komunitas agama (gereja/masjid) dan organisasi masyarakat untuk menghasilkan satu produk unggulan.

" Di sekolah juga kita mulai membuat NTT Mart berbasis sekolah. Saya juga mendapatkan kabar bahwa kampus-kampus pun sedang dan mau membuat One Campus One Product," ujar Gubernur NTT, Melki.

Melihat keberhasilan di 22 kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi NTT kini tengah menyiapkan langkah ekspansi ke ranah digital melalui _e-commerce_ bekerja sama dengan Bank NTT. Tak hanya itu, permintaan pembukaan gerai NTT Mart mulai berdatangan dari komunitas diaspora NTT di Bali, Jakarta, Surabaya, hingga luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, dan Eropa.

Gubernur NTT,  Melki menegaskan, permintaan tersebut akan dipenuhi setelah NTT Mart di Nusa Tenggara Timur diperkuat.

“ Kemarin kami membawa Edo Kondologit ke NTT Mart. Waktu dia keliling, dia bilang begini, ‘Aduh, Kaka Melki, ini kayaknya saya mesti juga dorong untuk bikin di Papua. Karena banyak potensi di Papua belum mendapatkan pasar yang bagus.

Dan menurut saya, ini kalau bisa dikembangkan se-Indonesia menjadi bagus sekali, seperti judul acaranya _Kompas_ hari ini, menjadi Nusantara Mart, yang ada di mana-mana serepublik ini. Semua membuat seperti ini bagus sekali menurut saya,” pungkas Gubernur NTT,  Melki.

Zet Sony Libing, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, turut mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung gerakan ini.

NTT Mart adalah sebuah tempat di mana seluruh produk mama-mama dan bapak-bapak dan adik-adik yang menghasilkan produk lokal, kuliner, kriya maupun fashion, kita taruh.

" Karena itu, untuk seluruh masyarakat NTT, mari berbelanja di NTT Mart. Karena berbelanja di NTT Mart berarti membantu pelaku industri kecil dan menengah, dan juga UMKM,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari warga, seperti Ifan, yang mengaku bangga berbelanja di sana.

Ini luar biasa. Saya bukan lihat display-nya, saya lihat produknya. Kemasannya bagus, produknya bagus-bagus, dan khas daerah. Dan kenapa saya mau berbelanja di sini, adalah untuk membantu UMKM. Karena kalau UMKM maju, daerah pasti maju,” pungkasnya.

Turut mendampingi Gubernur NTT dalam wawancara tersebut adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, Inspektur Provinsi NTT, Stefanus Halla, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Ady E. Mandala, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jusuf Lery Rupidara.



BACA JUGA :