Penutupan turnamen tersebut turut dihadiri Bupati Sumba Timur bersama Wakil Bupati Sumba Timur, serta para peserta, official tim, dan masyarakat pecinta olahraga voli dari berbagai daerah di Pulau Sumba.
Turnamen voli antar SMA/SMK dan klub se-Pulau Sumba ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Sumba. Kegiatan tersebut digagas sekaligus disponsori oleh Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang bersama Bank NTT Cabang Waingapu.
Turnamen ini lahir dari rasa bangga atas perjuangan tim muda Sumba Timur pada ajang Ben Boi Memorial Cup di Kupang. Saat itu, tim Sumba Timur berhasil melaju hingga babak final dan meraih gelar juara dua.
" Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga bertujuan menjaring bibit-bibit atlet muda potensial di bidang bola voli dari seluruh Pulau Sumba. Para pemenang memperoleh hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan, piala juara 1, 2, dan 3, serta penghargaan bagi pemain terbaik.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dari SMA maupun klub serta para wasit dan juri yang telah menyukseskan turnamen tersebut.
Ia mengapresiasi inisiatif Umbu Rudi Kabunang yang telah menggagas turnamen dengan dampak positif bagi masyarakat dan pembinaan atlet.
Saya menyaksikan sendiri final Ben Boi Cup di Kupang. Orang Sumba terkenal hebat dengan kuda Sumbanya, tetapi saya juga lihat orang Sumba hebat bermain voli,” ujar Gubernur Melki.
Menurutnya, melalui turnamen seperti ini para pemain muda berbakat dapat dikumpulkan dan dibina sehingga ke depan mampu meraih prestasi lebih tinggi.
Kalau yang bagus-bagus ini dikumpulkan dan dibina dengan baik, saya yakin pada Ben Boi Cup berikutnya Sumba bisa menjadi juara,” katanya.
Dalam sambutannya, Dr. Umbu Rudi Kabunang mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kekuatan olahraga voli di Pulau Sumba.
Ia bahkan telah mengusulkan kepada pengurus PBVSI NTT dan KONI agar minimal enam atlet dari Sumba dapat disertakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
" saya sudah minta kepada Ketua PBVSI NTT dan KONI, minimal ada enam atlet dari Sumba yang bisa ikut PON. Ini kerinduan kita bersama sebagai orang Sumba,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan Sumba Timur dapat memiliki stadion atau GOR mini untuk mendukung pembinaan atlet.
Menurutnya, turnamen yang diikuti sekitar 41 klub dari SMA dan berbagai klub di Pulau Sumba ini akan terus dilanjutkan secara rutin.
Ke depan kita tingkatkan lagi. Setiap enam bulan sekali kita buat kompetisi seperti ini agar pembinaan atlet terus berjalan,” tambahnya.
" Gubernur NTT juga merespons aspirasi pembangunan GOR mini di Sumba Timur. Ia menyatakan akan berupaya memperjuangkan rencana tersebut.
Terkait GOR mini di Sumba Timur, saya akan bicara dengan teman-teman di Jakarta. Kalau niat kita baik, pasti bisa terwujud,” tambahnya.
Ia juga menilai turnamen ini dapat menjadi model yang bisa dikembangkan di daerah lain di NTT.
Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya menghubungkan kegiatan olahraga dengan pengembangan UMKM sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
" Acara seperti ini bisa dikoneksikan dengan UMKM. Ada olahraga, ada hiburan, dan ekonomi masyarakat juga bergerak. Sportainment seperti ini penting untuk membangun generasi muda yang sehat sekaligus menggerakkan ekonomi,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT yang memberikan motivasi bagi para atlet muda pecinta bola voli di daerah tersebut.
Turnamen Volly DR. Umbu Rudi Kabunang Cup diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak kompetisi olahraga di NTT sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat.” Jelas Bupati Umbu Lili.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dunia usaha, dan masyarakat, kegiatan olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah serta memperkuat persatuan generasi muda di Nusa Tenggara Timur.
