Gubernur NTT Terima Audiensi CHuDS LPPM UNPAR, Dorong Kolaborasi Pendidikan
KOTA KUPANG, Proklamator.com--Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Jusuf Lery Rupidara, menerima audiensi Centre for Human Development and Social Justice (CHuDS) LPPM Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang terdiri dari Mangadar Situmorang, Liona Nanang Supriatna, dan Willfridus Demetrius Siga di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (26/3/26).Pertemuan ini membahas peluang kerja sama strategis dalam penguatan sektor pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Willfridus Siga menyampaikan ajakan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, khususnya dalam pengembangan pendidikan.
“ UNPAR telah mendirikan Fakultas Kedokteran yang saat ini telah memasuki tahun keempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga kesehatan yang masih tinggi, terutama di wilayah pesisir. Kami juga mendorong lulusan SMA di NTT untuk melanjutkan pendidikan ke UNPAR,” jelasnya.
Gubernur NTT menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa kebutuhan dokter di wilayah NTT masih sangat tinggi. Ia menekankan pentingnya pemenuhan tenaga dokter, dan peningkatan kualitas SDM di bidang kesehatan, serta membuka akses dan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas pengembangan geotermal di wilayah Flores. Pihak CHuDS bersama mitra akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengkaji hal tersebut dari perspektif pendidikan dan dinamika global.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur menegaskan bahwa geotermal merupakan energi bersih yang memiliki potensi besar bagi NTT, namun pengelolaannya harus dilakukan secara komprehensif.
“ Pengembangan geotermal harus memperhatikan lima aspek utama, yaitu teknis pertambangan, lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), skema bagi hasil, serta keamanan. Saya juga berharap FGD ini melibatkan perguruan tinggi di NTT seperti Universitas Nus Cendana (Undana),” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pengembangan energi baru terbarukan harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendorong transisi energi di daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM unggul.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menyiapkan SDM yang berkualitas, sehingga masyarakat NTT menjadi pelaku utama pembangunan, khususnya di bidang kesehatan dan energi” pungkasnya.
