KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menghadiri acara peresmian Monumen Bruno Sukarto yang diselenggarakan oleh Yayasan Uyelewun Indonesia bertempat di Kampus STIKOM Uyelindo Kupang pada, Jumat siang (13/3/26).Peresmian diawali dengan Misa Syukur dan Pemberkatan Monumen Bruno Sukarto yang dipimpin oleh Yang Mulia Uskup Agung Kupang serta dihadiri Ketua Yayasan Uyelewun Indonesia, Tarsisius Tukang, Walikota Kupang, Christian Widodo, Bupati Kupang, Yosef Lede, Ketua STIKOM Uyelindo, Remerta Naatonis, serta jajaran Dosen, Mahasiswa/I, dan Keluarga Besar dari Bapak Bruno Sukarto.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan pendirian Monumen Bruno Sukarto sebagai bentuk penghormatan dan pengingat sosok penting dalam pendirian pendidikan di bidang Teknologi dan Informasi di Provinsi NTT.
Hari ini kita meresmikan sebuah monumen untuk mengenang Bapak Bruno Sukarto. Namun sesungguhnya, jauh sebelum monumen ini berdiri, beliau telah lebih dahulu membangun sebuah monumen yang hidup sebuah karya yang terus bertumbuh hingga hari ini, yakni STIKOM Uyelindo beserta seluruh karya pendidikan yang lahir dari visi besarnya," ucapnya.
Kemudian Gubernur Melki menceritakan kisah sederhana namun penuh makna tentang kecintaan Bruno Sukarto kepada ilmu dan pengetahuan sebagai seorang mahasiswa kala itu, yang menjadi cikal bakal pembangunan pendidikan yang berfokus pada peningkatan kualitas teknologi dan informasi.
Ada satu kisah sederhana yang sering diceritakan tentang beliau sebagai mahasiswa, ia lebih memilih membeli buku daripada membeli beras. Kisah ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya ia menggambarkan sesuatu yang sangat mendasar, sebuah kecintaan yang luar biasa pada ilmu pengetahuan.
Ia memilih membiarkan perutnya kosong, tetapi tidak pernah membiarkan pikirannya kosong akan pengetahuan," ungkapnya.
" Kecintaan dan keyakinan akan ilmu pengetahuan itulah yang membawanya datang ke Kupang pada tahun 1997 untuk mendirikan Yayasan Uyelewun Indonesia.
Beberapa tahun kemudian lahirlah STIKOM Uyelindo, sebuah institusi pendidikan yang memfokuskan diri pada pengembangan teknologi informasi.
" Gagasan besar ini lahir justru pada masa ketika teknologi digital masih terasa sangat jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat NTT," tambah Gubernur Melki.
Lebih lanjut Gubernur Melki menyebutkan monumen hidup yang dibangun oleh Bruno Sukarto bukan sekedar warisan fisik, tetapi semangat dan pengabdian untuk menciptakan generasi penerus dimasa yang akan datang.
Inilah monumen hidup yang sesungguhnya dibangun oleh Bruno Sukarto yaitu ribuan lulusan anak-anak bangsa terdidik, yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, yang membawa teknologi informasi semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur," kata Gubernur NTT Melki.
Gubernur NTT, Melki berharap agar semangat, pengabdian dan cita-cita yang ditanamkan oleh Bruno Sukarto dapat terus menyala-nyala serta meluas seiring dengan perkembangan teknologi yang kian pesat untuk menjawab berbagai tantangan zaman dan mendukung kemajuan Provinsi NTT.
" Salah satu cita-cita besar Bruno Sukarto tentunya mengembangkan STIKOM Uyelindo menjadi sebuah universitas. Hari ini, cita-cita itu perlahan mendekati kenyataan, ditandai dengan pelaksanaan asesmen lapangan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tanggal 2 Maret 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa visi besar yang pernah dirintis oleh Bruno Sukarto terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh seluruh Keluarga Besar STIKOM Uyelindo,"pesannya.
"Perkembangan ini tidak hanya bagi STIKOM Uyelindo, tetapi juga bagi pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh ekonomi digital, kemampuan menguasai teknologi menjadi salah satu kunci utama kemajuan daerah.
" Karena itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat menghargai dan mendukung peran lembaga pendidikan seperti STIKOM Uyelindo yang terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman," tutupnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Uyelewun Indonesia, Tarsisius Tukang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur NTT dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTT atas berbagai perhatian yang diberikan dalam mendukung STIKOM Uyelindo sebagai lembaga pendidikan bidang informasi dan komunikasi di Provinsi NTT.
Mewakili yayasan dan seluruh civitas STIKOM Uyelindo, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Gubernur NTT dan Jajaran Pemerintah Provinsi NTT untuk berbagai dukungan kepada STIKOM Uyelindo untuk semakin berkembang dan tetap eksis menjadi kampus pencetak ahli-ahli di bidang teknologi dan informasi di Provinsi NTT," ucapnya.
Peresmian Monumen Bruno Sukarto tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Melki Laka Lena yang didampingi oleh Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Walikota Kupang, Bupati Kupang, serta Ketua STIKOM Uyelindo Kupang.

