Kabupaten Alor, Proklamator.com-Anggota DPR RI asal NTT dari Fraksi NasDem,Julie Sutrisno Laiskodat mendorong agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Alor tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi ibu hamil dan anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Menurutnya anggaran MBG yang telah diketok pemerintah pusat mencapai Rp335 triliun secara nasional dan sudah dialokasikan secara khusus termasuk untuk Kabupaten Alor. Dia berharap anggaran MBG untuk Kabupaten Alor harus benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Julie Sutrisno Laiskodat yang juga anggota Banggar DPR RI ini mengatakan hal itu dalam kegiatan resesnya di Kabupaten Alor. Sosok yang akrab disapa Bunda Julie ini melakukan kegiatan reses di daerah pemilihan NTT 1 dari Pulau Flores dan berakhir di Kabupaten Alor.
“Anggarannya sudah ada. Tinggal bagaimana kita atur supaya manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat,” kata Julie dihadapan masyarakat di Kabupaten Alor.
Saat ini kata Julie dapur MBG di Alor telah berjalan dan akan terus bertambah hingga ratusan unit. Setiap dapur melayani ribuan penerima manfaat dengan kebutuhan bahan pangan yang besar setiap harinya. Kondisi ini menurutnya, membuka peluang besar bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha kecil di desa.
Ia mencontohkan kelompok milenial di desa bisa didorong untuk beternak ayam potong agar menjadi pemasok kebutuhan protein untuk dapur MBG. Begitu pula mama-mama rumah tangga yang memiliki lahan pekarangan dapat menanam tomat, bawang, dan sayuran lainnya.
“Hasilnya bisa dikumpulkan melalui BUMDes, lalu BUMDes menjalin kerja sama dengan pengelola dapur MBG. Dengan begitu, mama-mama yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap bisa ikut merasakan manfaat program ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan produksi lokal agar kebutuhan bahan pangan tidak selalu didatangkan dari luar daerah. Dengan meningkatkan kapasitas peternak dan petani lokal, perputaran uang dari program MBG dapat tetap berada di Alor dan menggerakkan ekonomi desa.
Menurutnya MBG adalah peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga bisa menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, BUMDes, dan kelompok masyarakat.
“Jangan sampai peluang sebesar ini terlewat. Ini kesempatan untuk membangun pertanian, peternakan, dan ekonomi desa kita,” kata Julie.
Menurutnya anggaran MBG yang telah diketok pemerintah pusat mencapai Rp335 triliun secara nasional dan sudah dialokasikan secara khusus termasuk untuk Kabupaten Alor. Dia berharap anggaran MBG untuk Kabupaten Alor harus benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Julie Sutrisno Laiskodat yang juga anggota Banggar DPR RI ini mengatakan hal itu dalam kegiatan resesnya di Kabupaten Alor. Sosok yang akrab disapa Bunda Julie ini melakukan kegiatan reses di daerah pemilihan NTT 1 dari Pulau Flores dan berakhir di Kabupaten Alor.
“Anggarannya sudah ada. Tinggal bagaimana kita atur supaya manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat,” kata Julie dihadapan masyarakat di Kabupaten Alor.
Saat ini kata Julie dapur MBG di Alor telah berjalan dan akan terus bertambah hingga ratusan unit. Setiap dapur melayani ribuan penerima manfaat dengan kebutuhan bahan pangan yang besar setiap harinya. Kondisi ini menurutnya, membuka peluang besar bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha kecil di desa.
Ia mencontohkan kelompok milenial di desa bisa didorong untuk beternak ayam potong agar menjadi pemasok kebutuhan protein untuk dapur MBG. Begitu pula mama-mama rumah tangga yang memiliki lahan pekarangan dapat menanam tomat, bawang, dan sayuran lainnya.
“Hasilnya bisa dikumpulkan melalui BUMDes, lalu BUMDes menjalin kerja sama dengan pengelola dapur MBG. Dengan begitu, mama-mama yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap bisa ikut merasakan manfaat program ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan produksi lokal agar kebutuhan bahan pangan tidak selalu didatangkan dari luar daerah. Dengan meningkatkan kapasitas peternak dan petani lokal, perputaran uang dari program MBG dapat tetap berada di Alor dan menggerakkan ekonomi desa.
Menurutnya MBG adalah peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga bisa menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, BUMDes, dan kelompok masyarakat.
“Jangan sampai peluang sebesar ini terlewat. Ini kesempatan untuk membangun pertanian, peternakan, dan ekonomi desa kita,” kata Julie.
