KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Dengan Kempemimpinan dalam satu Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Wakil Gubsrnur NTT, Johni Asadoma gelar kegiatan Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat di Aula El Tari Kupang Provinsi NTT pada, Jumat sore (20/2/26), kegiatan ini dihadiri para Pejabat Provinsi NTT.
Dalam sambutan Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengatakan bahwa ini menjadi salah satu ruang refleksi dalam progran dasta cita,ini sudah berjalan selama satu.tahaun Pemerintahan genernur ntt, Melki dan wakil gubernur ntt, Johni dengan hasil survei yang dilakukan mendapatkan sebuah gambaran yang objektif dalam capaian kekurangan pemerintah daerah.
Melki ,dalam pembangunan NTT ini bukan hanya menjadi sebuah tanggung jawab saya bersama dengan wakil gubernur ntt, tapi ini merupakan satu kerja yang objektif dari seluruh elemem bersama dengan masayarakat.
Dalam.menanggapi pertanyaan data yang dipaparkan pemerintah dengan berbagai forum-forum bahwa seluruh angka ini berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT," ujar Gubernur NTT, Melki.
Gubernur NTT juga menegaskan bahwa, terkait data-data kemiskinan yang ekstrem, dengan indikator sosial bukan disusun oleh pemerintah provinsi, melainkan bersumber dari lembaga resmi negara yang memiliki otoritas dalam penyediaan statistik tersebut," ungkapnya.
Untuk kita percaya BPS bekerja dengan baim dan secara profesional, maka semua data itu menjadi pegangan kuta bersama dan Bukan dari sepihak pemerintah semuanya data dari BPS,” kata Gubernur NTT, Melki.
" Dalam diskusi tersebut, Gubernur NTT juga memaparkan satu kebijakan ke depan yang akan lebih fokus juga akurat pada mikro atau micro Pemerintah,ini akan persoalan hingga tingkat individu agar intervensi program lebih tepat sasaran dan jelas yang dipaparkan oleh pemerintah.
Dengan persoalan terkait kemiskinan, stunting juga angka putus sekolah tidak lagi ditangani hanya berdasarkan wilayah umum, melainkan berdasarkan data yang sudah di terdentivikasi secara detail denga baik," jelas Gubernur NTT, Melki.
Ia meningkatkan efektivitas program Dasa Cita, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan,yang betul-betul sudah ada dalam program tersebut," pintanya.
" Dengan menilai survei kepuasan publik menjadi alat penting untuk membaca persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam kurun waktu tertentu. Meski demikian.
Saya juga berharap dalam hasil survei tersebut dapat menjadi dasar diskusi dan perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola pemerintahan dengan baik dan juga secara akurat, demi wujudkan NTT yang lebih maju dalam era pemerintahan," tegasnya.
