Sebagai informasi, takjil adalah istilah umum untuk hidangan kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang ubi, sop buah, es campur, serta makanan gurih lainnya seperti gorengan, menu lauk pauk dan lain sebagainya.
Turut hadir mendampingi Gubernur NTT dalam safari Ramadhan 1447 Hijriah tersebut diantaranya Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kupang, Sem Lapik, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Oemboe Wanda.
Setibanya di lokasi, Gubernur Melki langsung meninjau di setiap stand kuliner yang berjejer rapi di lokasi tersebut dan berbincang dengan para pedagang serta turut membeli jajanan berbuka puasa atau takjil di masing-masing stand yang dikunjunginya. “Semoga lancar dan laris jualannya ya,” ujar Gubernur NTT, Melki.
" Dalam momentum tersebut Gubernur Melki mengungkapkan bahwa Ramadan merupakan periode dengan aktivitas ekonomi pangan yang juga meningkat signifikan, sehingga bersama BPOM, pengawasan terhadap keamanan makanan dan minuman harus dilakukan secara lebih cepat, adaptif, dan menjangkau langsung masyarakat.
Tadi dari perbincangan dengan para pedagang, dan juga laporan dari Kepala BPOM, bahan baku yang digunakan dan umumnya merupakan bahan baku yang sudah sesuai standar BPOM.
Dan tentunya BPOM akan rutin terus melakukan pengecekan, pengujian dan pemeriksaan makanan di setiap tempat yang jual takjil untuk memastikan keamanan makanan yang dijual,” ucapnya.
" Lebih lanjut, Gubernur NTT, Melki juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif secara berkelanjutan. Ia menyebutkan pedagang perlu diberikan pembinaan terkait praktik produksi pangan yang baik agar pengawasan tidak semata-mata bersifat represif, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran akan keamanan makanan dan minuman yang diperdagangkan.
Jadi saya lihat sudah ada kesadaran dari para penjual untuk menyajikan makanan yang sesuai dengan ketentuan, untuk buat makanan dan minuman yang baik, aman dan sehat. Catatan pentingnya adalah jangan gunakan zat-zat kimia yang berbahaya yang dilarang oleh BPOM.
Sehingga melalui kesempatan ini, saya juga himbau kepada para pedagang / penjual takjil atau makanan dan minuman apapun itu di seluruh NTT, agar gunakan bahan baku yang aman dan layak untuk dikonsumsi para pembeli / konsumen,” jelasnya.
Gubernur NTT, Melki juga berpesan kepada masyarakat NTT untuk terus menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan dalam bulan Ramadhan. Selain itu ia juga meminta agar masyarakat menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar masing-masing.
Yang pertama selamat Imlek untuk saudara/i Tionghoa di NTT, selamat berpuasa juga untuk saudara/i Nasrani dalam momentum prapaskah, dan tentu selamat menjalankan ibadah puasa bagi saudara/i Muslim di NTT. Ini tiga momen besar diwaktu bersamaan. Semoga ini dijalani dengan baik, penuh berkah, dan tetap jaga toleransi dan ketertiban dimanapun kita berada,” ucap Melki.
" Yang terpenting juga, selalu lihat kanan dan kiri. Apabila ada saudara-saudara kita, tetangga kita yang susah, agar kita bisa saling membantu. Saling berempati, saling peduli satu sama lain.
Jangan bersikap apatis, agar kita bisa saling jaga satu sama lain, dan bisa hindari hal-hal buruk supaya tidak terjadi. Saya harap, ini harus selalu kita laksanakan di lingkungan kita tinggal masing-masing.” terang Gubernur Melki.
