KABUPATEN KUPANG, Proklamator.com-- Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kupang bukan pekerjaan mudah, dengan langkah itu kembali diuji oleh kerasnya medan dan keterbatasan layanan dasar.
Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, S.Ars., M.Ars bersama jajaran Dinas Kesehatan turun langsung ke Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu—wilayah lokus pada,Rabu (18/2/26) ldengan prevalensi stunting yang masih menjadi perhatian serius.
Perjalanan panjang melewati jalan rusak, berbatu, dan tanjakan curam menjadi gambaran nyata tantangan pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Akses yang sulit bukan sekadar persoalan infrastruktur. Di baliknya, ada keterlambatan intervensi gizi, terbatasnya pemantauan tumbuh kembang, hingga minimnya kunjungan tenaga kesehatan.
" Namun medan berat tak menyurutkan langkah, di posyandu desa, kepala desa, tokoh adat, dan masyarakat telah menunggu.
Kehadiran pemerintah daerah di tengah warga menjadi tanda bahwa isu stunting tak hanya dibahas di ruang rapat—tetapi disentuh langsung di titik persoalan.
Hari itu, dilakukan pemantauan layanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan dan pengukuran balita, hingga evaluasi program intervensi yang tengah berjalan.
Posyandu menjadi simpul kerja bersama.
Tenaga kesehatan dan kader bergotong royong memastikan setiap anak terdata, ditimbang, dan dipantau status gizinya. Di ruang sederhana inilah masa depan generasi desa dipertaruhkan.
" Stunting bukan sekadar soal tinggi badan yang tak sesuai standar. Ia adalah tanda kurangnya asupan gizi kronis dan paparan infeksi berulang dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Dampaknya panjang. Gangguan kognitif, produktivitas rendah, hingga risiko penyakit saat dewasa. Karena itu, intervensi dari desa seperti di Kiuoni menjadi sangat krusial.
Kondisi geografis Fatuleu menunjukkan bahwa stunting tak berdiri sendiri. Akses jalan, ekonomi keluarga, ketersediaan air bersih, dan sanitasi ikut menentukan. Penanganannya tak cukup dengan makanan tambahan dan penimbangan rutin—tetapi memerlukan kerja lintas sektor.
" Langkah turun langsung ke desa menjadi pesan kuat: negara hadir hingga titik terjauh pelayanan publik. Bukan sekadar komitmen simbolik, tetapi kerja nyata berbasis data dan evaluasi lapangan.
Dari Desa Kiuoni, harapan itu dijaga. Penanganan stunting adalah kerja jangka panjang. Kerja kesabaran. Kerja keberpihakan.
Tantangan geografis boleh berat. Namun generasi sehat Kabupaten Kupang adalah agenda yang tak bisa ditunda.
