Wagub NTT, Johni Asadoma GENTASKIN Harus Melahirkan NTT Sehat, Kuat, Cerdas, Produktif dan Inklusif


KABUPATEN ALOR, Proklamator.com Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa Gerakan NTT Sehat, Kuat dan Inklusif (GENTASKIN) harus terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun kualitas manusia NTT yang lebih utuh.

" angan hanya Gerakan NTT Sehat, Kuat dan Inklusif. Kita harus menjadikannya Gerakan NTT Sehat, Kuat, Cerdas, Produktif dan Inklusif,” tegas Wagub saat menghadiri kegiatan penarikan peserta KKN Tematik GENTASKIN di Aula Kantor Bupati Alor, Senin (31/8/26).

Menurut Wagub, kesehatan merupakan fondasi pembangunan manusia, tetapi pembangunan manusia tidak cukup berhenti pada persoalan kesehatan.

Masyarakat NTT juga harus memiliki kecerdasan, keterampilan, produktivitas, kemandirian dan kesempatan yang sama untuk berkembang.

“ Sehat dan kuat secara fisik, cerdas dalam berpikir, produktif dalam berkarya, serta inklusif dalam kehidupan bermasyarakat. Inilah manusia NTT yang kita harapkan,” ujarnya.

KKN Tematik GENTASKIN di Kabupaten Alor melibatkan mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi yang ditempatkan di Desa Pintu Mas, Desa Pailelang, Desa Halerman, Desa Probur dan Desa Probur Utara.

Selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa bersama dosen pendamping lapangan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat dengan fokus pada penanganan stunting, gizi buruk, kemiskinan ekstrem, edukasi pola hidup bersih dan sehat, pengembangan UMKM serta pemberdayaan masyarakat.

Wagub NTT meminta agar pengalaman dan temuan mahasiswa selama melaksanakan KKN di desa tidak berhenti sebagai kegiatan akademik. Setiap persoalan yang ditemukan harus dicatat, dianalisis dan dicarikan jalan keluar sehingga hasil KKN dapat menjadi masukan konkret bagi pemerintah daerah.

“ Saya minta dari pengalaman KKN Tematik GENTASKIN selama dua bulan ini dibuat laporan yang jelas. Apa yang terjadi di lapangan, apa kendalanya, apa peluangnya, dan apa solusi yang dapat dilakukan.

Semua dirangkum menjadi satu kesimpulan dan menjadi bahan bagi Pemerintah Kabupaten Alor untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Di hadapan para mahasiswa, Wagub menekankan pentingnya critical thinking. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menerima keadaan sebagaimana adanya, tetapi harus memiliki rasa ingin tahu dan keberanian untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat.

“Jadilah mahasiswa yang kritis. Selalu bertanya, mengapa begini, mengapa begitu. Kemudian membaca, berpikir dan mencari pemecahan masalah,” pesan Wagub.

Ia mendorong mahasiswa membangun kebiasaan membaca karena pengetahuan merupakan modal penting untuk menghadapi perubahan zaman.

Bacalah buku sebanyak-banyaknya. Saya sarankan membaca pagi satu jam, siang satu jam dan malam dua jam. Belajarlah terus karena long life learning. Saya sendiri sampai sekarang masih belajar dan sedang menempuh pendidikan doktor,” ungkapnya.

Wagub NTT mengingatkan bahwa mahasiswa semester enam masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja. Penguasaan disiplin ilmu saja, kata dia, belum cukup.

“ Siapkan diri. Kuasai disiplin ilmu masing-masing, tetapi itu tidak cukup ketika masuk dunia kerja. Kalian juga membutuhkan soft skill: rajin, mampu berkomunikasi dengan baik, berani mengambil risiko, konsisten dan mampu bekerja sama,” ujarnya.

Wagub juga mendorong mahasiswa untuk berani menjadi entrepreneur dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa.

Jangan hanya berpikir setelah lulus harus mencari pekerjaan. Jadilah orang yang mampu menciptakan pekerjaan. Lihat potensi desa, kembangkan, dan jadikan peluang ekonomi,” katanya.

Ia kemudian mengutip pesan Steve Jobs sebagai motivasi kepada mahasiswa untuk terus memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar: “Stay Hungry, Stay Foolish.”

Pemkab Alor Siap Kawal Hasil GENTASKIN

Sementara itu, Sekda Kabupaten Alor Melkisedek Bely, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tribuana Kalabahi, Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN di Kabupaten Alor.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor akan mengawal hasil pelaksanaan KKN, terutama rekomendasi yang berkaitan dengan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, sehingga tidak berhenti pada laporan tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah.

Sekda berharap mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi selama berada di desa, tetapi juga mampu memberikan inspirasi baru bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

“ Harapan kita, KKN ini benar-benar memberikan manfaat dan ikut memajukan desa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Perwakilan LLDIKTI Wilayah XV Solaiman Mario, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi Elia Maruli, Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Pimpinan Cabang Bank NTT Kalabahi Glaantiano Ndoen, jajaran pimpinan OPD Kabupaten Alor, civitas akademika Universitas Tribuana Kalabahi, dosen pendamping lapangan, para camat dari wilayah lokasi KKN serta delapan mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN.

Mengakhiri arahannya, Wagub mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian Kabupaten Alor. Ia mengingatkan generasi muda untuk menjauhi minuman beralkohol dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.

“Jauhi minuman alkohol. Mari kita ciptakan Alor yang aman dan damai. Mari kita jaga Alor dengan baik dan kita kobarkan ALOR: Alamnya Lestari, Orangnya Ramah,” tegasnya.

Wagub juga berpesan kepada para mahasiswa agar selalu menjaga nama baik daerah dan almamater.

Di mana pun kalian berada, jaga nama baik diri, keluarga, almamater dan NTT. Jadilah generasi yang sehat, kuat, cerdas, produktif dan inklusif,” pungkasnya.


BACA JUGA :