Perkuat Wawasan Internasional, Undana Hadirkan Pakar Pendidikan dari City University of New York


KOTA KUPANG, Proklamator.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memantapkan langkah menuju internasionalisasi perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur.

Melalui International Relations Office (IRO), Undana menggelar kuliah umum (guest lecture) bertajuk “Leading Language Learning: Integrating Educational Leadership and Applied Linguistics to Advance English Language Teaching in Higher Education” di Aula Rektorat Undana, Rabu (12/8/26).

Kegiatan ini menghadirkan tiga pakar pendidikan dari The City University of New York (CUNY), yakni Prof. Cynthia Wiseman, Ed.D., Prof. Linda Pelc, Ph.D., serta Prof. Marshella Lie, Ed.D., M.A.Ed.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., pada kesempatan tersebut menekankan relevansi tema kuliah umum ini dengan visi universitas.

" Menurutnya, kemampuan untuk memimpin pembelajaran bahasa secara efektif dengan menjembatani kepemimpinan pendidikan dan linguistik terapan kini menjadi sangat krusial.

Undana memiliki visi untuk terus bertransformasi menjadi universitas berorientasi global. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membuka dialog dan penjajakan peluang kolaborasi akademik di masa depan, baik dalam bentuk riset bersama maupun pertukaran wawasan yang dapat memberikan nilai tambah bagi kedua institusi,” ujar Prof. Annytha.

Peluang Karier dan Inovasi Pendidikan

Dalam sesi pemaparan, ketiga profesor dari CUNY berbagi wawasan mengenai luasnya peluang bagi lulusan pendidikan bahasa Inggris. Prof. Linda Pelc menekankan bahwa menjadi pengajar bahasa Inggris hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan karier.

Gelar di bidang linguistik dan Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) dapat membuka jalan bagi banyak profesi, seperti penerjemah, ahli bahasa forensik (forensic linguistics), hingga praktisi di bidang pariwisata dan perhotelan yang kini sangat dibutuhkan di Indonesia,” jelas Prof. Linda.

Hal senada disampaikan Prof. Marshella Lie, yang memiliki latar belakang sebagai pengajar di CUNY Language Immersion Program (CLIP). Ia mendorong mahasiswa dan dosen untuk menjadi edupreneur atau inovator pendidikan.

Ia menyoroti pentingnya peran pendidik dalam berkontribusi pada pengembangan negara melalui internasionalisasi kurikulum.

“ Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Dengan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris SDM di sektor ini, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional,” tambah Prof. Marshella.
Dorongan Menuju Jejaring Global

Ketiga pakar pendidikan tersebut juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif dosen maupun lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Undana dalam asosiasi profesi internasional seperti TESOL International Association.

Mereka mendorong para dosen dan mahasiswa Undana untuk terus memperluas jaringan melalui kolaborasi internasional, seperti program Collaborative Online International Learning (COIL), yang memungkinkan dosen dan mahasiswa terhubung dengan mitra dari berbagai belahan dunia.

Menutup kegiatan, para narasumber memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik, termasuk mengejar jenjang pendidikan doktoral. Mereka berharap para akademisi Undana dapat kembali dengan berbagai inovasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran para pakar dari CUNY ini memberikan perspektif baru bagi sivitas akademika Undana mengenai dinamika pendidikan bahasa Inggris dan linguistik terapan di level global.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas cakrawala berpikir mahasiswa, dosen, dan lulusan Undana, sekaligus memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kompetensi guna menjawab tantangan dunia pendidikan yang kian kompetitif dan dinamis.


BACA JUGA :