Percepat Pemetaan Kebutuhan Korban Bencana, Tim Relawan Undana Tahap Pertama Tebus Jalur Terputus di Pulau flores


KABUPATEN ENDE, Proklamator.com— Sebanyak 20 relawan tahap pertama Universitas Nusa Cendana (Undana) mendarat di Pulau Flores pada Kamis (18/8/26) untuk menjalankan aksi kemanusiaan penanganan bencana.

Tim relawan langsung bergerak membagi diri ke dalam tiga wilayah terdampak di Pulau Flores guna merespons cepat pemetaan kebutuhan dasar warga serta memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Rombongan sempat menghadapi rintangan fisik saat akses jalan darat rute Ende menuju Bajawa terputus total. Meskipun perjalanan terhenti akibat jalur yang lumpuh, tim berhasil menembus rintangan hingga sampai di lokasi tujuan guna memulai proses asesmen lapangan secara langsung.

Pembagian Wilayah Kerja dan Hasil Pemetaan Logistik

Guna memaksimalkan efisiensi pemetaan dan pelayanan darurat, tim relawan membagi area pergerakan ke dalam tiga sektor kabupaten:
• Kabupaten Manggarai (Ruteng): Dipimpin oleh Willy Dambu, tim berpusat di Ruteng dan berintegrasi dengan Posko Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng.
• Kabupaten Nagekeo (Aesesa): Dipimpin oleh Nixon Ramang, S.Hut., M.Si., tim diterima langsung oleh Asisten 1 Kabupaten Nagekeo serta berkolaborasi dengan BNPB setempat. Di lokasi ini, satu unit tenda bantuan BNI didirikan sebagai posko pelayanan medis dan nonmedis.
• Kabupaten Manggarai Timur (Borong): Dipimpin oleh Danang Novika Ruswantara, S.I.Kom., S.A.B., M.I.Kom., tim menyisir secara langsung kebutuhan warga terdampak di wilayah Kecamatan Borong

Hasil asesmen di tiga wilayah mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa tenda pengungsi, tenda peleton, velbed, selimut, tikar, terpal, tandon air, senter, peralatan dapur, obat-obatan, beras, serta bahan pokok (mi instan, telur, gula, dan minyak goreng).

“ Hasil pemetaan awal di lapangan memperlihatkan mendesaknya kebutuhan dasar warga. Data asesmen langsung ini menjadi acuan utama Undana untuk menyiapkan intervensi bantuan medis dan logistik tahap berikutnya,” jelas Nixon Ramang, S.Hut., M.Si.

Berdasarkan data kebutuhan riil hasil penyisiran tim pertama, Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. merespons cepat dengan melepas pemberangkatan tim relawan medis tahap kedua pada Sabtu (22/8/26).

Undana juga menyusun rencana pengiriman relawan lanjutan serta penyaluran bantuan logistik tambahan ke lokasi bencana.

Memutus Rantai Keterlambatan Penanganan dan Ketepatan Bantuan Darurat

Penerjunan dan penembusan jalur darat yang terputus oleh Tim Relawan Undana Tahap Pertama ini membawa dampak kepastian penanganan darurat yang sangat krusial bagi korban bencana di Pulau Flores.

Terputusnya akses transportasi dari Ende menuju Bajawa berisiko mengisolasi wilayah terdampak dan memicu keterlambatan penyaluran bantuan dasar.

" Tanpa adanya asesmen langsung di titik-titik krusial seperti Manggarai, Nagekeo, dan Manggarai Timur, penanganan krisis berpotensi salah sasaran atau tidak sesuai dengan kondisi riil pengungsi.

Kondisi ketidakpastian data dan keterisolasian wilayah pascabencana berpeluang memicu krisis kemanusiaan yang lebih parah di daerah terdampak.

Melalui keberhasilan tim menembus rintangan jalan terputus dan mendirikan posko pelayanan di tiga kabupaten ini, ancaman kekosongan penanganan awal dapat diatasi.

Kompilasi data rinci hasil pemetaan tim tahap pertama akan menjadi fondasi utama bagi Undana untuk memobilisasi tim medis dan pasokan logistik spesifik pada tahap kedua.

Langkah ini mempertegas komitmen dan tanggap darurat akademisi Undana dalam menghadirkan aksi kemanusiaan yang terukur, cepat, dan tepat sasaran di Nusa Tenggara Timur.


BACA JUGA :