Gubernur NTT, Melki Laka Lena : UMKM Kuat Masyarakat Sejahtera
KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung dan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama 2.783 pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se-NTT yang diinisiasi oleh Partai Golkar bekerja sama dengan Bank NTT dan digelar di Gedung Partai Golkar NTT, Kamis siang (13/8/26).Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam memperluas akses permodalan bagi pengusaha UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di NTT.
" Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Karena itu, kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pengusaha dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan produksi, serta membuka peluang kerja baru.
Kami memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi KUR ini. Program seperti ini sangat penting karena membantu masyarakat, terutama para pengusaha UMKM. Dan kita di NTT harus mampu mandiri di atas kaki sendiri, menentukan nasib sendiri terutama di bidang ekonomi,” ucapnya.
Gubernur NTT juga menekankan pentingnya penggunaan istilah yang tepat dalam menyebut masyarakat yang menjalankan UMKM. Ia mendorong agar istilah “pelaku UMKM” mulai ditinggalkan dan diganti dengan sebutan “pengusaha UMKM”.
Perubahan penyebutan tersebut menurutnya dapat mendorong kepercayaan diri para pengusaha UMKM sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah.
Jangan lagi kita sebut pelaku UMKM, tetapi kita harus jadi pengusaha UMKM yang punya perencanaan, proses produksi, dan distribusinya tertata dengan baik dan profesional,” terang Gubernur Melki Laka Lena.
Gubernur NTT juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas KUR secara bijak dan produktif. Pembiayaan yang diperoleh hendaknya digunakan untuk pengembangan usaha sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
" Jangan malu untuk saling belajar karena sejatinya uang KUR ini adalah pemicu perubahan di sektor ekonomi,” kata Gubernur.
Gubernur NTT juga mendorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan dan membeli produk-produk lokal NTT. Menurutnya, kecintaan terhadap produk daerah dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan, semakin banyak masyarakat memilih produk yang dihasilkan pengusaha lokal, maka perputaran uang akan semakin banyak terjadi di dalam daerah. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat NTT.
Dengan kita menggunakan produk-produk lokal, maka uang yang kita belanjakan akan kembali berputar di masyarakat NTT. Karena itu, mari kita utamakan produk yang dihasilkan oleh pengusaha-pengusaha lokal. Jika UMKM kuat maka masyarakat juga sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem yang mendukung produk lokal agar mampu bersaing, baik di pasar NTT maupun di luar daerah.
Ketua Panitia, Edy Naga, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT bersama Partai Golkar digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pengusaha UMKM, mengenai fasilitas pembiayaan yang tersedia melalui KUR Bank NTT.
Tak hanya itu, Edy juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan 2.783 pengusaha UMKM se-NTT sehingga memperluas akses pengusaha UMKM terhadap sumber pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Dengan pemahaman yang lebih baik, para pengusaha UMKM diharapkan mampu memanfaatkan fasilitas KUR secara optimal untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha.
“ Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para pengusaha UMKM dapat memahami dengan baik fasilitas KUR Bank NTT, termasuk persyaratan dan mekanisme pengajuannya, sehingga akses terhadap pembiayaan semakin terbuka,” jelas Edy Naga.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melalui daring turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan sosialisasi KUR yang digelar secara serentak tersebut.
Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Golkar bersama Pak Melki sebagai Gubernur NTT telah menjadi pionir karena telah menjadi yang pertama melaksanakan sosialisasi KUR secara serentak bersama Bank NTT,” ujar Maman.
Menurut Maman, di tengah kondisi fiskal yang terbatas, keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan program KUR dapat menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi.
“ Di dalam kondisi fiskal kita yang terbatas, upaya mendorong partisipasi masyarakat masuk ke dalam program KUR dapat menjadi pendongkrak bagi ekonomi kita,” tegasnya.
Pada tempat yang sama, Ketua DPD Partai Golkar NTT, Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT dan juga kepada Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, atas dukungan yang diberikan dalam memperkuat pemberdayaan UMKM di Provinsi NTT. Apresiasi kepada Menteri UMKM tersebut disampaikan ketika dihubungi melalui telepon saat kegiatan berlangsung.
Ia juga berharap Partai Golkar NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung berbagai program pembangunan di daerah.
Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan untuk memastikan berbagai program strategis pembangunan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT.
Beberapa program yang diharapkan dapat menjadi bagian dari kolaborasi tersebut antara lain One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), serta NTT Mart.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, secara khusus kepada Gubernur NTT bersama jajaran, yang telah memberikan kesempatan serta mempercayakan kembali pengelolaan KUR kepada Bank NTT.
" Charlie Paulus, juga mengatakan bahwa Bank NTT sebagai penyalur KUR kepada masyarakat NTT berharap berbagai urusan penting terkait program maupun proposal yang diajukan para pengusaha UMKM dapat semakin memperluas akses pembiayaan bagi seluruh pengusaha UMKM.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Bank NTT menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp350 miliar dan akan terus meningkatkan sosialisasi KUR kepada masyarakat NTT.
Dengan semakin luasnya pemahaman masyarakat mengenai KUR, diharapkan semakin banyak UMKM di NTT yang mampu naik kelas, memperluas usaha, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian daerah.
