Gubernur NTT Ajak PMKRI Perkuat Kepemimpinan Kolaboratif dan Bangun Ekonomi kerakyatan


KABUPATEN MANGGARAI, Proklamator.com-- Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) untuk terus menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, adaptif terhadap kebutuhan daerah, serta berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT saat memberikan sambutan pada Kongres XXXIV dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Santo Thomas Aquinas di Aula Assumpta Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (20/7/26).

Di hadapan peserta kongres yang berasal dari berbagai cabang PMKRI di Indonesia, Gubernur NTT  menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus mampu menjawab tantangan zaman melalui karya nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

" PMKRI harus tetap relevan dengan kondisi daerah masing-masing. Cara berpikir boleh berskala nasional bahkan global, tetapi gerakan dan aksi nyata harus menjawab persoalan riil masyarakat di tingkat lokal," ujar Gubernur Melki.

Dalam paparannya mengenai kepemimpinan daerah, Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini menjalankan pembangunan dengan semangat Ayo Bangun NTT, sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah pusat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan 10 Program Dasa Cita Melki-Johni yang disusun dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

" Menurut Gubernur NTT, kolaborasi menjadi fondasi utama dalam pembangunan NTT, terlebih di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Karena itu, seluruh program pembangunan harus disusun berdasarkan data, menghasilkan manfaat nyata, serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Ia menilai pembangunan ekonomi harus mampu menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk bertumbuh melalui koperasi, usaha bersama, dan pemberdayaan komunitas.

Kita membutuhkan demokrasi ekonomi yang berjalan berdampingan dengan demokrasi politik. Keberpihakan kepada rakyat kecil harus diwujudkan melalui kerja-kerja konkret yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Mantan Sekjen PP PMKRI tersebut.

Karena itu, Gubernur Melki Laka Lena mendorong kader PMKRI untuk tidak hanya aktif dalam diskursus politik dan advokasi kebijakan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui berbagai inovasi sesuai potensi daerah masing-masing.

Menurutnya, setiap cabang PMKRI dapat mengembangkan produk unggulan berbasis sumber daya lokal sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memperkuat kompetensi di sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga kewirausahaan, mengingat sektor-sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian Nusa Tenggara Timur.

" Pembangunan membutuhkan lebih banyak anak muda yang memiliki kemampuan profesional di bidang-bidang produktif.

Organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang lahirnya inovator, wirausahawan, sekaligus pemimpin masa depan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur NTT mengajak seluruh kader PMKRI untuk terus menjaga semangat persaudaraan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, serta tetap menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota DPD RI asal NTT Angelo Wake Kako, mengajak seluruh kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) untuk memperkuat keterlibatan nyata dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat

" Mantan Ketua Presidium PP PMKRI tersebut menegaskan bahwa PMKRI perlu memperluas bentuk pengabdiannya dengan terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi.

Menurutnya, keberpihakan kepada kaum kecil tidak cukup diwujudkan melalui diskusi maupun pernyataan sikap, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Selain itu, Angelo juga mengajak PMKRI menghidupkan kembali badan-badan semi otonom organisasi sebagai ruang belajar dan pengembangan kapasitas kader, khususnya di bidang kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan.

Dengan demikian, kader PMKRI tidak hanya memiliki kepekaan sosial dan politik, tetapi juga kemampuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.


BACA JUGA :