Undana Bidik Program 'Edutourrism' 14 Hari-dan Kuliah Ganda Bersama Kampus Malaysia


KOTA KUPANG, Proklamator.com– Universitas Nusa Cendana (Undana) bersiap memperluas jejaring akademisnya ke tingkat internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Kedutaan Besar Malaysia.

Otoritas Kampus membidik implementasi program pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) bertajuk Education Tourism (Edutourism) lintas negara serta penguatan program kuliah ganda (double degree).

Rencana akselerasi tersebut dimatangkan saat Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menerima kunjungan dari Menteri Kedutaan (Pendidikan) Education Malaysia Indonesia (EMI), YBRS. Dr. Hasnul Faizal Hushin Amri, di Ruang Tamu Rektorat Undana, Kupang, pada Kamis (18/6/26).

Dalam pertemuan itu, Dr. Hasnul turut didampingi oleh Promotion Executive (Education) Kedutaan Besar Malaysia Jakarta, Riska Pramita.

Peluang Kolaborasi Komprehensif di Empat Klaster Utama

Dalam audiensi tersebut, pihak EMI memaparkan cetak biru kolaborasi yang terbagi ke dalam empat klaster utama, yakni dosen, pelajar, akademik, dan alumni.

" Pada klaster dosen, peluang mencakup pertukaran pengajar dan pembangunan kepemimpinan.

Bagi mahasiswa, program dirancang dinamis lewat skema mobilitas internasional, magang industri, proyek komunitas, hingga pengelolaan kesejahteraan.

Sementara pada klaster akademik, kemitraan akan berfokus pada riset, publikasi ilmiah bersama, seminar, kurikulum, serta pengakuan (rekognisi) kredit akademik yang bermuara pada pembentukan jaringan alumni bersama.

Pihak EMI menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dan menjembatani Undana agar dapat terhubung langsung dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Malaysia.

" Kami melihat adanya potensi kolaborasi yang besar di Undana. Kemitraan ini tentunya tidak terpaku pada empat bidang utama saja, tetapi bisa melampaui itu guna membuka berbagai peluang baru di masa depan,” ujar Dr. Hasnul optimis.

Formula ‘Edutourism’ Jangka Pendek Selama Dua Pekan

Salah satu produk utama yang diperkenalkan dalam pertemuan tersebut adalah status Malaysia sebagai hub pendidikan internasional melalui skema Edutourism jangka pendek selama 14 hari.

Skema ini menawarkan biaya pendidikan dan hidup yang relatif terjangkau, lingkungan multibahasa (Inggris-Melayu), serta pengalaman di tengah masyarakat multikultural.

Struktur program Edutourism selama dua pekan tersebut dirancang sangat sistematis:
• Hari 1–2: Orientasi kampus dan pengenalan lingkungan akademik.
• Hari 3–5: Kuliah umum dan bengkel (workshop) akademik sesuai bidang studi.
• Hari 6–7: Eksplorasi lapangan untuk mempelajari warisan budaya.
• Hari 8–10: Kunjungan langsung ke sektor industri dan komunitas sosial.
• Hari 11–14: Penyusunan proyek kolaboratif yang diakhiri dengan sesi presentasi hasil.

Program ini menyediakan 11 kategori bidang keilmuan adaptif. Beberapa di antaranya dinilai sangat relevan dengan keunggulan komparatif Undana, seperti sektor Pertanian dan Veteriner, Sains dan Teknologi, Teknologi Informasi, hingga Bisnis dan Manajemen untuk penguatan riset lahan kering serta kepulauan.

Kedekatan Kultur Permudah Implementasi di Tingkat Fakultas

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyambut baik tawaran tersebut dan menilai kedekatan kultural antara Indonesia Timur dan Malaysia akan menjadi katalisator mempercepat realisasi program.

" Bagi kami, Malaysia merupakan mitra strategis yang mudah dijangkau dan mudah dalam penyesuaian karena adanya kemiripan latar belakang budaya.

Hal ini tentu memudahkan kedua belah pihak untuk langsung berkolaborasi tanpa kendala adaptasi yang rumit,” kata Prof. Jefri.

Undana berkomitmen kuat untuk segera menindaklanjuti pertemuan ini ke tahap penandatanganan kesepahaman resmi (Memorandum of Understanding) agar program Edutourism dan double degree bisa langsung diintegrasikan di tingkat fakultas.

Internasionalisasi Praktis Tanpa Beban Finansial Tinggi

Penjajakan kerja sama antara Undana dan Kedubes Malaysia ini membawa dampak perubahan yang signifikan bagi portofolio internasionalisasi mahasiswa di Indonesia Timur. Selama ini, program mobilitas internasional atau study abroad sering kali dianggap sebagai program eksklusif yang mahal dan sulit dijangkau oleh sebagian besar mahasiswa di NTT karena kendala biaya dan durasi semester yang panjang.
Lewat formula Edutourism 14 hari yang ditawarkan Malaysia, Undana berhasil menghadirkan solusi internasionalisasi yang taktis, terjangkau, dan kaya pengalaman industri.

Langkah ini menjadi lompatan strategis: mahasiswa Undana bisa mendapatkan paparan global, sertifikasi internasional, dan jaringan industri luar negeri dalam waktu singkat, yang secara instan akan mendongkrak daya saing lulusan (graduates employability) di pasar kerja regional ASEAN. 


BACA JUGA :