Sasar Pendanaan Uni Eropa, Undana Dorong Dosen dan Staf Manfaatkan Peluang Riset Global Euraxess


KOTA KUPANG, Proklamator.com– Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis untuk mempercepat internasionalisasi kampus dengan membidik dana hibah riset berskala global.

Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif civitas akademika Undana dalam webinar “Sosialisasi Program Euraxess untuk Perguruan Tinggi se-Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Berlin secara daring, Kamis (4/6/26).

Webinar tersebut dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, H.E. Abdul Kodir Jailani, serta dihadiri Atdikbud KBRI Berlin, Dr. rer. nat. Roniyus Marjunus. Forum ini menghadirkan perwakilan Euraxess Worldwide, Dr. KRMN Tatas Broto Sudarmo, yang membedah peluang pendanaan riset di bawah payung program Horizon Europe periode 2021–2027 dengan total anggaran fantastis mencapai 95,5 miliar euro.

Jalur Alternatif Pendanaan di Luar Skema Konvensional

Atdikbud KBRI Berlin, Dr. Roniyus Marjunus, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan jalur alternatif bagi para dosen dan peneliti muda di Indonesia untuk memperluas jejaring riset internasional serta menempuh studi doktoral.

Langkah ini diambil agar akademisi tanah air tidak hanya bertumpu pada skema beasiswa konvensional seperti LPDP atau DAAD Jerman, melainkan mampu menembus Horizon Europe yang merupakan salah satu program pendanaan riset terbesar di dunia.

Dalam paparannya, Dr. Tatas Broto Sudarmo menjabarkan bahwa Indonesia masuk dalam kategori third countries. Status ini membuat institusi asal Indonesia memiliki hak penuh (eligible) untuk memperoleh pendanaan riset Uni Eropa, dengan syarat mampu membangun konsorsium global yang kuat.

“ Tugas kami di Euraxess adalah mempromosikan Eropa sebagai mitra strategis, memfasilitasi kemitraan, serta memberikan pelatihan penulisan proposal pendanaan global. Fokus pendanaan ini diarahkan pada penanganan isu perubahan iklim dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB,” urai Tatas.

Ragam Skema Spesifik untuk Peneliti dan Staf Non-Akademik

Euraxess memaparkan empat skema pendanaan utama yang dapat diakses oleh perguruan tinggi di Indonesia:

• Marie Skłodowska-Curie Actions (MSCA): Program pelatihan doktoral dan post-doctoral yang menawarkan tunjangan hidup (living allowance), tunjangan mobilitas, hingga tunjangan keluarga. Peneliti PhD di bawah skema ini akan dikontrak layaknya profesional oleh universitas penampung (host institution) di Eropa.
• Staff Exchange: Skema mobilitas internasional antar-institusi yang unik, karena pertukaran tidak hanya berlaku bagi peneliti, melainkan juga bagi staf manajerial, administratif, dan teknis laboratorium yang terlibat dalam proyek riset.
• European Research Council (ERC): Pendanaan bernilai jutaan euro yang difokuskan pada keunggulan ilmiah (scientific excellence) untuk penelitian dasar yang bersifat mendobrak (breakthrough).
• Global Challenges (Pilar 2): Kolaborasi tingkat institusi yang dibagi ke dalam enam klaster utama (termasuk kesehatan, digital, pangan, dan lingkungan). Salah satu pengumuman proposal (calls) aktif tahun 2026 ini menyediakan anggaran 6,5 juta euro per proyek untuk mitigasi penurunan populasi serangga global.

Agar proposal dari Indonesia lolos seleksi ketat Uni Eropa, Tatas membagikan strategi khusus. Konsorsium yang dibentuk wajib melibatkan minimal tiga lembaga dari tiga negara Eropa berbeda, serta mengandalkan sektor industri (non-akademik).

Selain itu, universitas di Indonesia harus memastikan lembaganya telah teregistrasi dan mengantongi Participant Identification Code (PIC) yang tervalidasi pada portal Uni Eropa.

Akselerasi Reputasi Riset Internasional Kampus

Urgensi dari keikutsertaan Undana dalam program Euraxess ini adalah untuk memutus hambatan keterbatasan anggaran riset domestik dengan memanfaatkan dana hibah internasional.

Melalui keterlibatan aktif dosen serta staf administratif dalam ekosistem Horizon Europe, Undana berpeluang besar mentransformasi kualitas riset lokal ke tingkat global.

Bagi civitas akademika Undana yang ingin mempelajari panduan teknis, pembukaan program, serta pendaftaran akun institusi (PIC), seluruh informasi dapat diakses secara transparan melalui EU Funding & Tenders Portal di laman https://euraxess.ec.europa.eu/ atau https://ec.europa.eu/info/funding-tenders/opportunities/portal/screen/home.


BACA JUGA :