Garuda di Lapangan Hijau Spanyol: Mahasiswa FH Undana Saber Trofi Runner-Up Dunia Mundiavocat- 2026

BENIDORM, SPANYOL, Proklamator.com-- Nama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bergema di panggung olahraga internasional. Petrus Yohanes Adeo Nahak, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Undana angkatan 2022, sukses menyabet predikat Runner-Up dunia dalam turnamen sepak bola bergengsi Mundiavocat 2026 World Football Cup for Lawyers edisi ke-22 yang digelar di Benidorm, Spanyol.

Dalam kompetisi global yang berlangsung ketat tersebut, Indonesia diwakili oleh RAP FC—sebuah tim bentukan kantor hukum Resa Argyansa Partnership Jakarta. Adeo berhasil menembus skuad elite ini dengan mengisi posisi krusial sebagai pemain joker, istilah khusus untuk slot pemain dari kalangan mahasiswa hukum.

Kerja keras Adeo dan tim berbuah manis dengan membawa pulang trofi juara kedua setelah bertarung sengit melawan 90 tim tangguh dari 40 negara di dunia.

Taklukkan Postur Eropa dengan Kecepatan

Perjalanan RAP FC Indonesia menuju podium juara dilewati dengan performa yang impresif. Sejak peluit babak grup dibunyikan, Adeo dan kolega tampil mendominasi hingga melaju mulus melewati fase perempat final dan semifinal kategori 5 versus 5 Classic.

Pada partai puncak yang berlangsung dramatis, perwakilan Indonesia harus mengakui keunggulan tipis tim Meksiko dengan skor akhir 3-2.

" Menghadapi tim-tim transnasional, Adeo mengakui bahwa perbedaan keunggulan fisik menjadi ujian terbesar di atas lapangan hijau Spanyol.

Tantangan paling terasa adalah saat kami harus berhadapan dengan pemain-pemain Eropa yang memiliki postur tubuh tinggi, berat badan ideal, dan massa otot yang besar.

Namun, tim Indonesia mampu memanfaatkan keunggulan dalam hal kecepatan untuk mengecoh dan melewati pertahanan lawan,” ujar Adeo mengenang dinamika pertandingan.

Proses Seleksi Panjang dan TC Intensif

Prestasi level dunia ini tidak diraih dalam semalam. Skuad RAP FC bentukan Jakarta ini harus melalui proses persiapan panjang yang memakan waktu hampir sembilan bulan. Langkah awal Adeo dimulai sejak September 2025 melalui rekomendasi dari seorang pengacara senior asal NTT.

Adeo harus melewati serangkaian seleksi berkala yang ketat di Jakarta, bersaing dengan talenta-talenta muda dari berbagai provinsi di Indonesia.

Setelah resmi dinyatakan lolos dalam daftar final 13 pemain pada Januari 2026, ia langsung digembleng dalam pemusatan latihan (training center/TC) intensif selama satu bulan penuh di ibu kota demi mematangkan fisik dan taktik tim sebelum terbang ke Spanyol.

Keberhasilan internasional ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak almamater.
Adeo menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan moral yang terus mengalir dari jajaran pimpinan dekanat, dosen, serta rekan-rekan mahasiswa FH Undana sepanjang dirinya berkompetisi.

Mendobrak Batas dan Menginspirasi Kampus Hijau

Capaian monumental Petrus Yohanes Adeo Nahak di Spanyol membuktikan sebuah realitas penting talenta daerah dari Nusa Tenggara Timur memiliki kualitas kompetitif yang sejajar di level makro-internasional jika diberikan panggung yang tepat.

Prestasi ini sekaligus meruntuhkan pembatas antara dunia akademik hukum dan pencapaian non-akademik (olahraga).
Bagi Undana, prestasi ini menjadi poin penting dalam peningkatan indikator kinerja utama kampus di bidang kemahasiswaan internasional.

Keberhasilan Adeo diharapkan mampu menjadi pemantik rasa percaya diri bagi ribuan mahasiswa di Indonesia Timur untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman.

Kalau pesan dari saya, jika kita ingin tumbuh ke depan, jangan pernah takut hanya karena kita merasa tertinggal dari orang lain,” pungkas Adeo optimistis. 


BACA JUGA :