Transformasi Kurikulum , Undana Integrasikan Sistem OBE dan Target SDGs Dalam Pembelajaran


KOTA KUPANG, Proklamator.com– Universitas Nusa Cendana (Undana) mempercepat transformasi pendidikan tinggi dengan mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs).

Langkah strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), serta Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M).

Upaya tersebut diwujudkan melalui lokakarya (workshop) implementasi kurikulum KPT 2024 yang merujuk pada Permendikti Saintek Nomor 39/2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Selasa (12/5/26) di Aula Pascasarjana ini menghadirkan Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P., pakar dari Universitas Muslim Indonesia sebagai narasumber utama.

Mewujudkan Kampus Berdampak

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., menegaskan bahwa orientasi pendidikan tinggi saat ini telah bergeser menjadi “kampus berdampak”. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan di masyarakat melalui pengajaran yang relevan.

“ Undana tidak boleh menjadi menara gading. Penerapan OBE dan integrasi SDGs dalam kurikulum adalah cara kita memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan standar akreditasi nasional maupun internasional,” ujar Prof. Annytha.

Ia menambahkan, implementasi OBE menjadi perhatian utama kementerian. Oleh karena itu, penyesuaian sistem pembelajaran dan penilaian di setiap program studi harus dilakukan agar seluruh capaian pembelajaran dapat terukur secara sistematis.
Sinkronisasi Persepsi dan Standar Pengajaran

Ketua Panitia, Widasari Bunga, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa tujuan utama lokakarya ini adalah menyamakan persepsi dosen mengenai teknis implementasi OBE. Fokus kegiatan mencakup penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang terukur dan relevan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

" Kami ingin menghasilkan dokumen pengajaran yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar mendukung pencapaian mahasiswa. Melalui kurikulum ini, proses belajar menjadi lebih terstruktur dan berorientasi pada hasil akhir (outcome),” jelas Widasari.

Sinergi untuk Keberlanjutan

Kolaborasi lintas fakultas bersama LP3M diharapkan dapat memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi kurikulum secara berkala.

Dengan pemahaman yang seragam di tingkat dosen dan pengelola program studi, Undana optimis kualitas lulusan akan semakin kompetitif di pasar kerja global.

Melalui penguatan kurikulum OBE yang berorientasi SDGs ini, Undana mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global, sekaligus berkomitmen memberikan kontribusi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi wilayah Nusa Tenggara Timur. 


BACA JUGA :