Sinergi Polda NTT-Undana: Tujuh Akademisi Kawal Uji Kompetensi Bakomsus Polri 2026


KOTA KUPANG, Proklamator.com– Sebanyak tujuh akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi bertugas sebagai Tim Penguji Eksternal dalam Tes Kemampuan Khusus Penerimaan Calon Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Polri T.A. 2026. Para pakar lintas disiplin ini mengawal ketat uji keterampilan dan perilaku peserta yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, Senin (25/5/26).

Keterlibatan Undana ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama Pusat Studi Kepolisian yang telah disepakati kedua institusi pada Maret lalu. Langkah ini bertujuan untuk menjamin proses rekrutmen anggota Polri yang memiliki keahlian teknis tinggi serta memenuhi standar profesionalisme kepolisian.

Menjaring Calon Kredibel Melalui Kepakaran Akademik

Pamin Subbagrenim RO SDM Polda NTT, Iptu Valentinus Gual, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa kehadiran penguji eksternal sangat krusial untuk menjaga objektivitas seleksi. “Kami ingin menjaring calon yang benar-benar kredibel dan memiliki kemampuan luar biasa sesuai standar kepolisian melalui bantuan para ahli dari Undana,” ujarnya.

Tim penguji eksternal dari Undana terdiri dari para pakar di bidangnya masing-masing, antara lain:

• Dr. Simplexius Asa, S.H., M.H. (Hukum/Penyidik)
• Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi., M.Kes. (Gizi)
• Prof. Dr. Chaterina A. Paulus, M.Si,.CRA.,CRP.,CPRM (Perikanan/Kelautan)
• Prof. Dr. Denik S. Krisnayanti, S.T., M.T. (Teknik Sipil/Sains)
• Imanuel Benu, S.Pt., Ph.D. (Peternakan)
• Yohana Febiani Angi, S.E., M.Ak.,CRA (Akuntansi/Ekonomi)
• Ollien Manggol, S.KM., MPA.,CRA (Humas)

Para penguji tersebut menilai total 28 peserta yang tersebar dalam berbagai bidang keahlian, dengan komposisi terbanyak pada bidang Humas (10 peserta) dan Penyidik (6 peserta), diikuti bidang Peternakan, Teknik Sipil, Akuntansi, Gizi, serta Perikanan, dengan jumlah masing-masing 1 sampai 3 peserta.

Jaminan Objektivitas dan Prinsip BETAH

Salah satu penguji, Prof. Dr. Intje Picauly, menyatakan rasa bangganya karena Undana dapat berkontribusi langsung bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan. Menurutnya, keterlibatan ini merupakan wujud nyata dari semboyan “Undana Berdampak.

Undana benar-benar hadir di semua lini. Kami berpartisipasi dengan bidang kepakaran masing-masing untuk memastikan seleksi ini berjalan sesuai visi keunggulan yang kami usung," ungkap Prof. Intje.

" Senada dengan itu, Prof. Dr. Chaterina A. Paulus menilai materi ujian yang disiapkan sangat berbobot dalam menggali kompetensi teknis peserta, terutama pada aspek keberlanjutan. 

Kepercayaan yang diberikan kepada Undana ini sekaligus menegaskan reputasi kampus dalam mengawal proses yang akuntabel dan rahasia.

" Keterlibatan aktif para akademisi ini memperkuat implementasi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam tubuh Polri. 

Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan aparat kepolisian yang tidak hanya profesional di bidang hukum, tetapi juga kompeten dalam penguasaan sektor-sektor strategis yang mendukung kemajuan wilayah Nusa Tenggara Timur. 


BACA JUGA :