533 Calon Jemaah Haji Asal NTT Sudah di Berangkatkan Dari Bandara Udara Internasional El Tari Kupang dan Menuju Surabaya


KOTA KUPANG, Proklamator.com- Hari ini calon Jemaah Haji asal NTT sebanyak 533 telah diberangkatkan dari bandara udara Internasional El Tari Kupang menuju Surabaya pada, Minggu pagi (10/5/26).

Pemberangkatan jemaah haji asal Nusa
Dalam pemberangkatan Untuk jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur dari  Bandara udara internasional El Tari Kupang, dipastikan semua berjalan lancar dan baik dengan prioritas pada kenyamanan jemaah yang berangkat, khususnya pada lansia, serta pengamanan maksimal melalui koordinasi lintas instansi yang betul-betul sangat ketat.

Disampaikan oleh General Manager Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara udara Internasiobal  El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman pada, Minggu pagi(10/5/26) ia juga bersama dengan Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Hasan Manuk, Kasibaseops Lanud El Tari Kupang Mayor Lek Mochamad Sheriff, serta Ketua MUI Kota Kupang, Haji Muhammad M.S., usai proses pemberangkatan jemaah haji NTT, di Bandara Udara Internasional El Tari Kupang.

Teguh, menyampaikan bahwa, hari ini kami telah mempersiapkan keberangkatan jemaah haji dari Provinsi NTT, Ia juga menjelaskan, pihak bandara telah melakukan persiapan menyeluruh sejak proses keberangkatan dari Asrama Haji hingga jemaah tiba di bandara untuk check-in dan boarding menuju Surabaya.

Kami sudah mempersiapkan seluruh alur, mulai dari asrama haji sampai proses boarding.,saat ini semua berjalan lancar tidak ada kendala apa pun dalam kebeeangkatan tadi.Menurutnya, koordinasi intensif dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT serta dukungan dari Lanud El Tari untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemberangkatan," ujarnya.

Teguh, kuta sebelumnya sudah berkoordinasi dengan kementerian dan juga mendapat dukungan dari Lanud El Tari untuk memastikan keamanan di bandara,seluruh pihak sepakat mengutamakan kenyamanan jemaah, terutama lansia, agar tidak mengalami kelelahan selama proses keberangkatan.

Ia menambahkan bahwa, kami pun memastikan dengan kelancaran jemaah, juga ada yang lansia, sehingga tidak terlalu lelah, kami sangat mendukung hal tersebut, daei pihak bandara mensterilkan area check-in agar pelayanan lebih fokus kepada jemaah, serta menerapkan sistem layanan khusus tanpa antrean panjang," ungkap Teguh.

" Untuk lansia kami juga siapkan fasilitas seperti kursi roda dan penggunaan lift, karena tidak memungkinkan lansia menggunakan eskalator, juga khusus dalam pemantauan kesehatan jemaah juga dilakukan secara ketat dengan melibatkan balai kesehatan guna memastikan kondisi jemaah tetap stabil sejak dari asrama hingga keberangkatan.

Dalam hal bagasi, pihak bandara telah berkoordinasi dengan maskapai sehingga barang bawaan jemaah sudah masuk ke bandara sehari sebelum keberangkatan.H-1 bagasi sudah masuk, sehingga jemaah hanya membawa tas kecil saat datang dan langsung boarding,” kata Teguh.

" Dalam pengamanan juga diperkuat dengan keterlibatan Lanud El Tari yang sudah siaga pada sejak pukul 04.00 WITA.pagi. Pengamanan sudah standby sejak pagi untuk memastikan seluruh proses berjalan aman.

Sementara itu dudampaikan, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Hasan Manuk, menyampaikan bahwa sebanyak dengan 533 jemaah haji NTT diberangkatkan dalam dua kelompok terbang kloter.

Hasan,tentunya hari ini kami mendampingi proses pemberangkatan jemaah dari Kota Kupang, Sikka, dan siang hari dari TTS sebagai keberangkatan terakhir,Ia merinci, kloter 80 terdiri dari 376 jemaah dan kloter 81 sebanyak 157 jemaah, termasuk jemaah mutasi masuk dan keluar daerah dan
ada juga yang jemaah transit dan mutasi, semuanya bergabung dalam dua kloter tersebut.

Menurutnya, Hasan bahwa pelepasan resmi jemaah haji akan dilakukan oleh Gubernur NTT di Surabaya pada 12 Mei 2026, semuanya berjalan lancar berkat dukungan semua pihak, dan fasilitas ruang tunggu juga diprioritaskan untuk jemaah,” jelasnya.

" Ia pun juga menyebutkan bahwa, ada  jemaah yang tertua dengan berusia 90 tahun asal Labuan Bajo, sementara ada jemaah termuda berusia 18 tahun asal dari Kota Kupang,yang berangkat saat ini sudah siap, termasuk pada jemaah pengganti,” paparnya.

Ia juga menjelaskan dala.sistem penentuan kuota haji saat ini berbasis daftar tunggu nasional yang berdampak pada masa tunggu sekitar 26 hingga 27 tahun Jika mendaftar sekarang, kemungkinan berangkat sekitar 26 tahun ke depan.

Pada tahun ini ada terdapat sekitar 120 jemaah lansia, dengan 33 orang mendapat prioritas keberangkatan.
“Prioritas lansia juga membutuhkan pendamping, termasuk pasangan suami istri,” pangkas Hasan.

Sementara dari Kasibaseops Lanud El Tari Kupang, Mayor Lek Mochamad Sheriff, menambahkan bahwa pola pengamanan dilakukan berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Kami mengamankan seluruh jalur pemberangkatan, mulai dari penurunan penumpang hingga masuk ke dalam bandara sampai kenerangakatan para jemaah.

Mayor Lek Mochamad, mengakui adanya kepadatan pengantar jemaah, namun hal tersebut telah diantisipasi melalui koordinasi dan pembagian tugas dengan tim keamanan bandara.Sejak awal sudah kami antisipasi, sehingga semua proses tetap berjalan lancar dan aman juga tertib," tutupnya.


BACA JUGA :