Angkat Identitas Loka Ke Level Nasional, Mahasiswa FEB Undana Sulap Putak Menjadi Cookies Kekinian
KOTA KUPANG, Proklamator.com– Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil melakukan transformasi radikal terhadap putak, pangan lokal yang selama ini identik sebagai pakan ternak, menjadi produk ekonomi kreatif bernilai jual tinggi. Melalui nama komersil "Cookies Rasa Nusa" , produk inovatif ini sukses menembus pasar nasional hingga meraih pendanaan bergengsi dari pemerintah.Inovasi yang digagas oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan ini diperkenalkan secara luas dalam program Undana Talk bertajuk “Putak: Identitas Lokal Berpeluang Cuan”, pada Rabu (29/4/26).
Dari Tugas Kuliah Menuju Panggung Nasional
Lahirnya "Cookies Rasa Nusa" bermula dari tantangan mata kuliah Ekonomi Kreatif yang menuntut mahasiswa menciptakan produk inovatif orisinal. Tim yang beranggotakan Rhanny Stevanie Koamesah, Tessa Iemanuella Loainak, Maria Tresia Bano Klau, Ferenita Ekawati Tassi, dan Asshabul Kahfi Sinagula, memilih tepung dari batang pohon gewang (putak) sebagai bahan dasar _soft cookies_ modern.
Kami mengeksplorasi potensi putak dan memutuskan mengolahnya menjadi cookies. Setelah tiga tahap percobaan untuk menemukan komposisi tekstur yang pas, produk ini ternyata sangat diterima masyarakat,” ujar salah satu anggota tim, Kahfi.
" Berkat keunikan dan kualitasnya, bisnis ini berhasil mendapatkan pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemdiktisaintek.
Puncaknya, tim ini mewakili Undana dalam ajang nasional Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo di Magelang, Jawa Tengah, pada tahun 2025.
Keunggulan Nutrisi dan Perluasan Pasar
Selain memiliki cita rasa kekinian seperti varian red velvet dan matcha, putak dipilih karena kandungan nutrisinya yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat, kalsium, hingga probiotik alami. Hal ini menjadikan "Cookies Rasa Nusa" sebagai camilan sehat yang aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan.
Dampak ekonomi dari inovasi ini juga menyentuh akar rumput. Dengan menyerap bahan baku dari petani putak di Kabupaten Malaka, mahasiswa memberikan nilai tambah pada komoditas lokal yang sebelumnya bernilai rendah. Saat ini, jangkauan pasar mereka telah merambah hingga ke wilayah Jawa dan Sumatera.
Profesionalisme Produksi dan Legalitas
Dalam menjalankan bisnisnya, tim mahasiswa FEB Undana sangat memperhatikan aspek legalitas dan higienitas.
Saat ini, usaha mereka telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta SPP-IRT, dan tengah dalam proses pengurusan sertifikasi halal guna memperluas kepercayaan konsumen.
Meskipun harus berbagi waktu dengan jadwal perkuliahan, tim tetap konsisten berproduksi dengan sistem pre-order. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas akademika lainnya untuk berani bereksperimen dengan potensi lokal.
"Jangan pernah takut mencoba. Keberhasilan ini membuktikan bahwa identitas lokal NTT mampu bersaing secara nasional sekaligus menjadi sumber penghasilan mandiri bagi mahasiswa," pungkas Rhanny.

