Usung Spirit "Berdampak" Undana Bekali 575 Mahasiswa KKN StrategiTekan Stunting Hingga Revitalisasi BUMDes


KOTA KUPANG, Proklamatir.com– Universitas Nusa Cendana (Undana) memantapkan kesiapan 575 mahasiswa KKN Reguler Periode Semester Genap 2025/2026 melalui pembekalan intensif di Auditorium Grha Cendana, Rabu (8/4/26).

Mengangkat tema besar “Berdampak”, para peserta disiapkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengintervensi isu strategis, mulai dari penurunan angka stunting hingga penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sebanyak 63 kelompok mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke tujuh wilayah di Nusa Tenggara Timur, meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Ngada.

Dalam pelaksanaannya, mereka akan dipandu oleh 25 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) guna memastikan program kerja selaras dengan kebutuhan spesifik tiap daerah.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga empati di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

" Ia mengingatkan bahwa meski kecerdasan buatan (AI) dan microchip berkembang pesat, peran kemanusiaan dalam memecahkan masalah sosial tidak akan pernah tergantikan.

“ Teknologi hanyalah alat, bukan pengganti peran manusia. Desa tempat kalian mengabdi butuh didengar dan diberi solusi. Jadilah telinga yang mau mendengar dan hati yang melayani masyarakat,” tegas Prof. Jefri di hadapan ratusan mahasiswa.

Penempatan KKN kali ini dirancang dengan pendekatan tematik sesuai potensi wilayah:

Sumba Timur & Sumba Tengah: Fokus pada pelestarian ternak lokal, sensus hewan, dan penguatan BUMDes berbasis tenun ikat serta pertanian lahan kering.

Rote Ndao: Mengakselerasi sektor perikanan tangkap dan budidaya rumput laut.

Ngada & TTS: Prioritas pada hortikultura, teknologi tepat guna pengolahan hasil panen, dan gizi ternak.

Kota & Kabupaten Kupang: Pendekatan peri-urban melalui pemberdayaan perempuan, pendampingan UMKM, serta integrasi layanan sosial.

Selain aspek ekonomi, mahasiswa dibekali materi kesehatan komunitas. Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi., M.Si., memaparkan strategi penurunan stunting melalui penguatan fungsi Posyandu. Sementara itu, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., menyoroti keterkaitan kesehatan hewan dengan kesehatan masyarakat desa.

" Aspek keamanan dan etika pengabdian juga menjadi perhatian melalui pembekalan pencegahan kekerasan seksual oleh Dr. Umbu Lily Pekuwali. Tak hanya itu, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memperluas literasi perlindungan pekerja di tingkat desa.

Kepala LPPM Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa filosofi KKN tahun ini adalah menciptakan kemandirian desa. Dengan selesainya pembekalan ini, mahasiswa Undana secara administratif dan teknis dinyatakan siap terjun ke lapangan untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat NTT. 


BACA JUGA :