Dengan Launching Buku Asa dan Rasa Setahun Ayo Bangun NTT, Untuk Melihat Antara Janji Realitas Politik Dengan Masyarakat



KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Buku berjudul “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” resmi diluncurkan sebagai dokumentasi sekaligus refleksi perjalanan satu tahun pemerintahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Buku ini dihadirkan sebagai instrumen untuk melihat sejauh mana janji dan harapan politik telah bergerak menuju kenyataan atau justru semakin menjauh dari harapan masyarakat.

“Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” dirancang sebagai kacamata bagi pembaca untuk menilai kinerja pemerintahan pasangan Melkiades Laka Lena dan Johny Asadoma (Melki-Johni).

Refleksi terbuka dari berbagai kalangan yang disajikan dalam buku memberikan gambaran nyata tentang jarak antara janji dan harapan politik – baik mengarah pada rute yang tepat meski terjal, maupun masih dalam tahap awal penutupan jarak antara harapan dan realitas.

“ Uraian reflektif dalam buku ini berdasarkan pengakuan dari berbagai kalangan maupun informasi publik, berupaya meletakkan hasil refleksi atas Quick Wins dan Tujuh Pilar Pembangunan yang dijalankan Melki-Johni dalam bagian yang dikemas secara populer tanpa terlepas dari kondisi empiris,” demikian penjelasan dalam buku.

Setiap orang dipercaya memiliki otoritas subjektif untuk menilai dan memaknai isi buku secara mandiri.

Wagub: Buku Bukan Sekadar Laporan, Melainkan Ruang Refleksi Jujur

Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma pada,  Kamis sore (9/4/26) yang menghadiri peluncuran menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar dokumentasi kinerja, melainkan ruang refleksi yang jujur antara harapan (asa) dan pengalaman nyata (rasa) masyarakat.

Yang kita diskusikan hari ini bukan sekadar dokumentasi kinerja, tetapi upaya membaca jarak antara apa yang diharapkan dengan apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, satu tahun pertama pemerintahan difokuskan untuk mendengar dan memastikan kebijakan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. “Kami berkomitmen menjadikan pembangunan bukan proses eksklusif, melainkan gerakan kolaboratif yang membuka ruang bagi semua elemen masyarakat,” tambahnya.

" Editor buku, Rudi Rohi, menjelaskan bahwa buku ini menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa buku tersebut memuat berbagai catatan kritis, testimoni, dan informasi publik yang menggambarkan capaian serta tantangan dalam pelaksanaan kebijakan seperti One Village One Product (OVOP), NTT Mart, dan program ekonomi lainnya yang bertujuan menggerakkan perekonomian dari tingkat dasar.

Buku ini menjadi pengingat bahwa seberapa tinggi harapan, kebijakan harus tetap berpijak pada realitas lapangan. Tidak boleh ada anak atau keluarga yang tertinggal karena keterbatasan akses dan layanan,” jelasnya.

Menurut Rudi, proses penyusunan melibatkan berbagai kalangan mulai dari akademisi, praktisi, hingga masyarakat agar narasinya lebih utuh dan berimbang. “Buku ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tercermin dalam angka,” tambahnya.

Peluncuran buku ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun geografis,"tutupnya.


BACA JUGA :