Wali Kota Kupang Terima Audiensi FKUB Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan dan Dialog Damai

KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (9/3/26). Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi di Kota Kupang.


Hadir dalam audiens, Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Mercy Paula Pattikawa, S.Th bersama Wakil Ketua FKUB, RD Longginus Bone dan H. Muhammad, MS, Sekretaris FKUB, Pdt. Yosafat Chandradireja, M.Th bersama segenap anggota FKUB Kota Kupang. Turut mendampingi Wali Kota, Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Kaban Kesbangpol Kota Kupang, serta Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang.

Dalam pertemuan tersebut, FKUB menyampaikan sejumlah hal strategis, antara lain terkait situasi yang berkembang yang berhubungan dengan kerukunan umat beragama, rencana pelaksanaan Konsultasi Nasional FKUB Tingkat Provinsi NTT yang akan digelar di Kota Kupang pada Oktober 2026 mendatang, serta dukungan anggaran bagi kegiatan FKUB.

Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Mercy Paula Pattikawa, S.Th, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara FKUB dan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Ia juga menyampaikan rencana Kota Kupang sebagai tuan rumah kegiatan Konsultasi Nasional FKUB yang akan menghadirkan perwakilan FKUB dari seluruh Indonesia.

Kami berharap dukungan dari pemerintah kota agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sekaligus menjadi momentum memperkuat citra Kota Kupang sebagai kota toleransi,” ujarnya.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang selalu membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk FKUB yang merupakan mitra strategis yang dibentuk pemerintah dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di daerah.

“Saya dan seluruh jajaran pemerintah selalu membuka tangan dan hati untuk menerima masukan. FKUB adalah mitra penting pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Kupang,” tambahnya.

" Menurut Wali Kota tujuan utamanya adalah menjaga agar tidak terjadi tindakan yang dapat memicu konflik. Kota Kupang harus tetap menjadi kota yang damai dan penuh toleransi,” jelasnya. Menurutnya, pendekatan dialog dan musyawarah menjadi langkah terbaik dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.

Semua harus diselesaikan melalui mekanisme dan dialog. Kita duduk bersama, membuka hati, dan mencari jalan terbaik. Jangan sampai persoalan lokal justru memicu ketegangan yang lebih luas,” tegasnya.

" Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menyatakan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap berbagai program FKUB yang bertujuan memperkuat kerukunan masyarakat.

Ia juga mendorong FKUB untuk terus melakukan sosialisasi nilai-nilai toleransi kepada generasi muda serta memperkuat program Kampung Kerukunan di berbagai wilayah Kota Kupang.

Kota Kupang dikenal sebagai kota toleransi. Tugas kita bersama adalah menjaga warisan itu. Kerukunan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus terus dirawat melalui dialog, pendidikan, dan kerja sama semua pihak,” tutupnya.






BACA JUGA :