KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar acara Buka Puasa Bersama Tingkat Provinsi Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jl. El Tari, Oebobo pada, Rabu (11/3/26).
Mengusung tema "Rekatkan Spirit Solid dan Ukhuwah Islamiyah", acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali silaturahmi antara pemerintah, tokoh lintas agama, dan masyarakat.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam sambutannya, mengajak umat Muslim untuk meneladani ketabahan dan kegigihan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Melki secara khusus menarik garis sejarah antara nilai-nilai Islam, toleransi di NTT, dan lahirnya ideologi bangsa.
Waktu Bung Karno dibuang ke Ende, di titik itulah sebenarnya Republik ini berdiri. Di sana beliau berteman dengan umat Muslim, Pater Boumans yang Katolik, dan Riwu Ga yang Protestan. Dari perjumpaan lintas agama di Ende itulah, Pancasila lahir," jelas Melki.
Gubernur NTT menegaskan bahwa intisari dari Pancasila adalah Gotong Royong, yang juga menjadi fondasi dari tagline pembangunan pemerintahannya, "Ayo Bangun NTT".
“ NTT punya kontribusi luar biasa luar biasa bagi republik ini, yaitu Pancasila. Bung Karno bilang sendiri, 'Saya menemukan Pancasila ketika dibuang di Ende.' Itulah sumbangan berbagai umat beragama di Ende bagi republik ini,” tambahnya.
Saya mengajak seluruh umat Muslim dan umat beragama lainnya untuk terus merawat hubungan baik ini demi kemajuan daerah. Spirit kebersamaan adalah kunci untuk mengurus apa pun dengan baik di provinsi ini," tambahnya.
Ketua Umum MUI NTT, Muhammad Wongso, dalam sambutannya menekankan bahwa urusan kemasyarakatan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan rakyat. Ia mengingatkan hadirin tentang hakikat kemanusiaan yang berasal dari akar yang sama.
"Kita semua tercipta dari Adam, dan terlahir dari rahim yang sama, Bunda Hawa," ujar Muhammad Wongso.
Ia juga menyinggung pentingnya kepekaan sosial dengan mengutip teladan kepemimpinan Islam klasik dalam kisah Ali bin Abi Thalib tentang kewajiban memperhatikan tetangga yang kelaparan. Terkait isu YBR yang sempat mencuat, Ketua MUI NTT mengajak seluruh umat untuk berdoa agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Bumi Flobamora.
" Terima kasih, Bapak Gubernur. Dalam bahasa saya, Alhamdulillah. Dalam bahasa Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, Puji Tuhan," pungkasnya menutup sambutan dengan hangat.
Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pembangunan mental spiritual, acara ini dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis Bantuan Hibah Pemerintah Provinsi NTT Tahun 2026 kepada sejumlah lembaga keagamaan di NTT.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, serta tokoh agama dan masyarakat dari berbagai golongan: Wakil Gubernur NTT, perwakilan anggota DPRD Provinsi NTT, Forkopimda Provinsi NTT, Kepala Kanwil Agama NTT, Ketua FKUB NTT, Ketua MUI NTT, Ketua PW NU NTT, Ketua PW Muhammadiyah NTT, para tokoh muslim, para pimpinan Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi NTT, organisasi masyarakat dan organisasi pemuda Islam, serta para imam masjid se-Kota Kupang.
