Gubernur NTT Hadiri Pembukaan Road to FEsyar 2026 dan Penutupan serambi 2026


KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, menghadiri kegiatan Pembukaan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 sekaligus Penutupan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kantor BI Provinsi NTT pada, Jumat sore (13/3/26).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakso, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTT, Muhammad S. Wongso, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, unsur Forkopimda, perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang terus berperan aktif dalam mendukung stabilitas dan penguatan perekonomian daerah melalui berbagai program edukasi keuangan, penguatan literasi rupiah, serta pengembangan ekonomi syariah di Nusa Tenggara Timur.

Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan SERAMBI NTT Tahun 2026 dalam rangka mendukung perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujar Gubernur NTT, sembari juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Muslim yang merayakan Ramadan 1447 Hijriah.

Menurut Gubernur, kegiatan tersebut memiliki arti penting tidak hanya dalam memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri, tetapi juga dalam meningkatkan literasi keuangan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Provinsi NTT masih berada pada jalur yang cukup baik. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi NTT pada Triwulan IV Tahun 2025 tercatat sebesar 5,34 persen (year-on-year) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto mencapai Rp148,37 triliun. 

Sementara itu, tingkat inflasi pada Februari 2026 secara tahunan berada pada angka 3,42 persen, yang menunjukkan kondisi ekonomi daerah relatif terkendali.

Lebih lanjut, Gubernur menilai pelaksanaan Road to FESyar 2026 merupakan momentum penting dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di NTT, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT berharap agar Bank Indonesia terus meningkatkan peran strategisnya dalam memfasilitasi pelaku usaha, terutama dalam proses sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun pasar yang lebih luas.

" Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakso menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp1,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sejak 12 Februari hingga 12 Maret 2026, jumlah uang kartal yang telah diedarkan melalui penarikan perbankan maupun layanan penukaran mencapai Rp514 miliar, dengan puncak kebutuhan diperkirakan terjadi pada periode 13–17 Maret 2026 dengan estimasi penarikan mencapai Rp305 miliar.

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan ekonomi syariah melalui berbagai kegiatan seperti fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, bazar Ramadan bekerja sama dengan perbankan, penguatan akses pembiayaan syariah, serta kegiatan literasi ekonomi syariah di kampus dan pesantren.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakso juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia NTT telah bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT serta Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTT dalam memfasilitasi sertifikasi halal bagi para pelaku usaha. Melalui program tersebut, sejumlah pelaku UMKM di NTT telah memperoleh pendampingan hingga proses sertifikasi halal. 

Bahkan, beberapa di antaranya telah berhasil memasok produk-produknya ke NTT Mart, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM daerah.

" Dalam rangka mendorong digitalisasi transaksi, juga dilaksanakan berbagai kegiatan promosi penggunaan QRIS, termasuk rencana penyelenggaraan QRIS Taputar Kota Kupang pada tahun 2026.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTT Muhammad S. Wongso dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun NTT. 

Ia juga menyampaikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong kemajuan daerah melalui berbagai program pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

" Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran QRIS untuk donasi bencana Gunung Lewotobi dengan konsep “Satu QRIS untuk Semua”.

Acara kemudian ditutup dengan pemukulan beduk oleh Gubernur NTT Melkiades Laka Lena bersama Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakso sebagai tanda dibukanya rangkaian Road to FESyar 2026 sekaligus penutupan SERAMBI NTT 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun perekonomian Nusa Tenggara Timur yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.





BACA JUGA :