Gubernur NTT Buka Seminar WKRI, Tekankan Pentingnya Perlindungan Perempeuan Dan Anak


 KOTA KUPANG, Proklamator.com--Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Seminar Sehari yang diselenggarakan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NTT dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 WKRI.


" Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sahid T-More Kupang pada, Sabtu (7/3/26) tersebut menghadirkan Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni dan Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Gabriel Lema sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa selama 75 tahun kehadirannya, WKRI telah menunjukkan komitmen kuat untuk hadir di tengah masyarakat serta memperjuangkan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan martabat manusia.

“lDi hampir semua organisasi keagamaan di Indonesia, biasanya yang paling rapi sampai ke tingkat bawah adalah organisasi perempuan. Salah satunya adalah WKRI,” ujar Gubernur NTT, Melki.

Menurutnya, WKRI telah menjadi kekuatan moral dan sosial yang menumbuhkan solidaritas, kepedulian, serta penghormatan terhadap martabat manusia, sekaligus menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan beradab.

Gubernur NTT, Melki juga menilai tema seminar, “Wawasan Kebangsaan dalam Upaya Perlindungan terhadap Berbagai Tindakan Kekerasan pada Masyarakat”, sangat relevan dengan kondisi sosial yang dihadapi saat ini.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai bentuk kekerasan masih terjadi di tengah masyarakat, terutama terhadap kelompok yang paling rentan seperti perempuan dan anak.

“ Cara ukurnya sederhana. Berdasarkan data, sekitar 75 persen narapidana di lembaga pemasyarakatan di NTT dipenjara karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Menurut  Gubernur NTT, Melki Laka Lena, angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat korban yang mengalami kehilangan rasa aman, martabat, bahkan masa depan.

Karena itu, persoalan kekerasan tidak dapat dilihat hanya sebagai masalah hukum semata, tetapi juga sebagai persoalan moral, sosial, dan budaya yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

" Dalam perspektif iman Kristiani, Gubernur Melki mencontohkan kisah Debora dalam Kitab Hakim-Hakim sebagai gambaran kuat tentang peran perempuan dalam kehidupan masyarakat.

Debora dikenal sebagai seorang nabi sekaligus hakim bagi bangsa Israel yang membawa umatnya keluar dari situasi penindasan menuju keadilan dan perdamaian.

" Kisah tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa sejak dahulu perempuan telah memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat serta memperjuangkan nilai kebenaran dan keadilan.

Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan. Karena itu, segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan maupun kelompok rentan bertentangan dengan nilai iman sekaligus bertentangan dengan semangat kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gubernur NTT juga menekankan bahwa dalam Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT, perempuan menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan daerah.

" Perempuan adalah motor penggerak pembangunan. Karena itu kita terus memperkuat sistem perlindungan dan pemberdayaan perempuan, anak, dan kelompok rentan di NTT,” tegasnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan, penguatan layanan perlindungan korban, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah kekerasan dalam kehidupan sosial.

Gubernur NTT, Melki berharap melalui seminar ini akan lahir pemikiran-pemikiran konstruktif serta rekomendasi strategis yang dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dalam upaya pencegahan kekerasan dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

" Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perempuan yang selama ini terus memperjuangkan martabat perempuan dan anak di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini kita diingatkan kembali untuk memuliakan perempuan dan anak. Mereka adalah kelompok yang paling rentan, tetapi sekaligus memiliki peran besar dalam membangun masa depan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Gubernur NTT, visi pembangunan NTT menuju daerah yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan harus dimulai dari keluarga, di mana perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.





BACA JUGA :