KOTA KUPANG, Proklamator.com– Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menggelar rangkaian seleksi kompetisi debat bergengsi untuk menjaring delegasi terbaik menuju panggung universitas hingga nasional.
Rangkaian seleksi ini terbagi dalam dua kategori, yakni Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) yang dilaksanakan pada Jumat (6/3) dan National University Debating Championship (NUDC) pada Senin (9/3/26).
Langkah strategis ini merupakan komitmen Faperta dalam menjamin kualitas perwakilan yang akan bertarung di tingkat selanjutnya.
Dari proses seleksi ketat tersebut, fakultas telah menetapkan masing-masing tiga delegasi terbaik untuk kategori KDMI dan NUDC, yang terdiri dari dua anggota tim inti dan satu orang cadangan.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ponty Aprianus Lape, S.Pt., menjelaskan bahwa panitia menerapkan sistem kompetisi yang memungkinkan setiap tim bertanding sebanyak tiga kali.
" Mekanisme ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil bagi peserta dalam mengeksplorasi peran, baik sebagai posisi pro maupun oposisi.
Sistem ini memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar peran sehingga juri mendapatkan penilaian yang lebih komplit terhadap kemampuan retorika dan logika berpikir mereka,” ujar Ponty saat menjelaskan aspek teknis perlombaan.
Selain sebagai wadah pengembangan bakat, ajang ini memiliki urgensi penting dalam pencapaian target institusi. Prestasi mahasiswa di luar program studi menjadi salah satu poin krusial dalam pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas pada tahun berjalan 2026.
Ponty menegaskan bahwa Faperta memberikan dukungan penuh melalui pendampingan berkelanjutan oleh pelatih teknis untuk mempersiapkan delegasi terpilih.
" Harapan kami, Faperta bisa meraih predikat juara di tingkat universitas bahkan hingga nasional guna menjawab capaian IKU melalui prestasi mahasiswa S1,” tambahnya.
Dukungan senada mengalir dari organisasi kemahasiswaan di lingkungan Faperta. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta, Rambu Enjelin Dami Mbolu, mengapresiasi sportivitas peserta dan menekankan bahwa ajang ini adalah ruang transformasi bagi mahasiswa untuk terus belajar.
" Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Faperta, Langgan Suhun, menyatakan kesiapan lembaga legislatif dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa sebagai nilai tambah fakultas.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ponty Aprianus Lape, S.Pt., menjelaskan bahwa panitia menerapkan sistem kompetisi yang memungkinkan setiap tim bertanding sebanyak tiga kali.
" Mekanisme ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil bagi peserta dalam mengeksplorasi peran, baik sebagai posisi pro maupun oposisi.
Sistem ini memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar peran sehingga juri mendapatkan penilaian yang lebih komplit terhadap kemampuan retorika dan logika berpikir mereka,” ujar Ponty saat menjelaskan aspek teknis perlombaan.
Selain sebagai wadah pengembangan bakat, ajang ini memiliki urgensi penting dalam pencapaian target institusi. Prestasi mahasiswa di luar program studi menjadi salah satu poin krusial dalam pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas pada tahun berjalan 2026.
Ponty menegaskan bahwa Faperta memberikan dukungan penuh melalui pendampingan berkelanjutan oleh pelatih teknis untuk mempersiapkan delegasi terpilih.
" Harapan kami, Faperta bisa meraih predikat juara di tingkat universitas bahkan hingga nasional guna menjawab capaian IKU melalui prestasi mahasiswa S1,” tambahnya.
Dukungan senada mengalir dari organisasi kemahasiswaan di lingkungan Faperta. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta, Rambu Enjelin Dami Mbolu, mengapresiasi sportivitas peserta dan menekankan bahwa ajang ini adalah ruang transformasi bagi mahasiswa untuk terus belajar.
" Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Faperta, Langgan Suhun, menyatakan kesiapan lembaga legislatif dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa sebagai nilai tambah fakultas.
Sebagai bentuk tindakan nyata, BEM dan BLM berkomitmen menyediakan fasilitas latihan intensif serta penguatan publikasi media untuk membangun dukungan moral bagi para delegasi.
Semangat kolektif ini diharapkan mampu memperkuat posisi Faperta sebagai lumbung mahasiswa berprestasi bagi Undana, sekaligus membawa nama universitas bersaing di kancah nasional.
Semangat kolektif ini diharapkan mampu memperkuat posisi Faperta sebagai lumbung mahasiswa berprestasi bagi Undana, sekaligus membawa nama universitas bersaing di kancah nasional.
