Pimpin Apel Bersama ASN, Gubernur NTT Tekanakan Beberapa Poin Penting

KOTA KUPANG, Proklamator.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin apel bersama ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT bertempat di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin pagi (9/2026).

Turut hadir Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Plh. Sekretaris Daerah NTT, Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, serta Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.

Mengawali amanatnya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena kembali mengingatkan jajaran ASN Pemprov NTT untuk terus konsisten menjaga integritas, profesionalitas dan disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas.

Sudah hampir setahun kepemimpinan saya bersama Pak Wagub, saya ingin para ASN untuk terus jaga disiplin dalam kehadiran apel juga dalam pelaksanaan tugas. 

Tahun lalu mungkin masih banyak toleransi terkait hal ini, tapi tahun ini, kita akan tegas terkait aturan. Karena tanpa disiplin kita akan sulit capai berbagai program yang kita sudah rencanakan,” katanya. 

" Gubernur NTT, Melki kemudian juga kembali menyampaikan terkait ulah negatif beberapa oknum Diaspora NTT di daerah lain yang harus dijadikan pelajaran penting bagi semua pihak. 

Ia meminta jajaran ASN yang memiliki sanak keluarga untuk selalu menjaga sikap dan perilaku serta menghormati aturan selama melaksanakan pendidikan atau bekerja di luar NTT.

Beberapa waktu lalu, Pak Wagub sudah ke Bali untuk menyelesaikan permasalahan oknum Diaspora NTT di Bali. Beliau sudah ketemu dengan Pemda setempat, para tokoh adat, tokoh masyarakat juga untuk menyampaikan permintaan maaf dan membuka ruang dialog bersama, agar dicarikan jalan keluarnya. 

Terkait hal ini, saya menghimbau bapak ibu sekalian jajaran ASN yang memiliki sanak keluarga, saudara yang hendak ke luar NTT atau yang sementara bekerja dan sekolah di luar NTT tidak hanya di Bali, agar tetap jaga sopan santun, sikap dan tingkah laku yang baik. Karena Diaspora NTT yang ada di luar daerah adalah cerminan wajah orang NTT,” jelasnya.

" Dengan kita menjaga hal-hal baik tersebut, maka reputasi dan nama baik kita NTT juga pasti baik. Dampaknya, orang-orang luar juga akan tertarik untuk berkunjung ke NTT, dan tidak akan ada lagi stigma negatif terkait NTT,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur NTT juga mengatakan bahwa peristiwa YBR (10), siswa Kelas IV SD asal Kampung Dona, Desa Naruwolo Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada yang meninggal bunuh diri beberapa waktu lalu merupakan tamparan keras bagi setiap elemen, terkhusus pemerintah.

Kepergian adik YBR, itu duka cita bagi kita semua. Sabtu (7/2) kemarin kami sudah kunjungi rumah adik YBR, dan kita juga berdoa di makamnya. Sebenarnya di Jerebuu sendiri merupakan daerah yang subur, tapi karena tidak dioptimalkan dengan baik sehingga akibatnya sampai kepada banyak warga miskin di sana, dan sampai berdampak pada tragedi kemarin,” ucap Gubernur NTT, Melki.

Gubernur NTT, Melki  menekankan sudah sepatutnya jajaran pemerintah untuk mengintrospeksi diri, membenahi diri, agar berbagai program baik sosial, pendidikan dan kesehatan dapat terdata dengan akurat sehingga tepat sasaran. 

Ia juga menegaskan jajarannya untuk kreatif dan inovatif memikirkan solusi terbaik agar sistim birokrasi dalam pemberian pelayanan dan bantuan kepada masyarakat tidak kaku dan berbelit-belit sehingga tidak menghambat masyarakat dalam mendapatkan bantuan.

Tugas kita bersama sekarang memastikan orang miskin di NTT bisa menerima berbagai program baik dari pusat, provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota. Seluruh bantuan harus sampai kepada masyarakat dan tidak boleh terhalang oleh alasan apapun. 

Jadi jangan ada oknum-oknum yang berani coba bermain dengan data orang miskin. Saya pastikan akan kita tindak dan hukum seberat-beratnya. Karena adik YBR itu meninggal akibat kemiskinan yang dibiarkan dan tidak terurus, dan persoalan administratif orang tuanya,” tegas Gubernur NTT, Melki.

Jadi saya minta agar berbagai operator, dinas-dinas teknis terkait yang menangani pelayanan dan bantuan langsung kepada masyarakat, coba pikirkan, rumuskan dan desain bagaimana caranya mempermudah dan tidak persulit mekanisme dan prosedur sehingga setiap orang miskin di NTT bisa dapatkan program dan bantuan yang disalurkan tentu lancar, agar peristiwa adik YBR tidak lagi terulang,” ungkap Gubernur NTT, Melki.

" Selain itu, Gubernur juga menekankan aspek pranata sosial kemanusiaan bisa kembali diaktifkan sehingga dapat menjadi antisipasi dini terhadap kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

Pranata-pranata sosial harus dihidupkan kembali. Para tokoh masyarakat, tokoh adat, perangkat desa, RT/RW, dasawisma, posyandu, Babinsa, Babinkamtibmas, semua unsur yang ada di akar rumput harus aktif. 

Agar sistim deteksi dini itu bisa berjalan kembali. Jangan ada lagi warga yang tidak terdeteksi dalam kondisi sulit, dan tidak dapat bantuan. Jika terdeteksi sejak dini, tentu kita akan cepat bagaimana mengurusnya,” terang Gubernur Melki Laka Lena.

Saya juga ingin, melalui pranata-pranata tingkat bawah ini, data orang miskin bisa terus di-update. Jangan lagi ada tercecer data-data orang miskin. Orang yang sebelumnya miskin tapi karena sudah mampu, bisa kita keluarkan dari data tersebut, sehingga program-program pemerintah itu tepat sasaran kepada yang membutuhkan,” jelasnya.

" Menutup amanatnya, Gubernur NTT kembali berpesan kepada para ASN untuk selalu menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja agar apa yang dicita-citakan dan direncanakan bisa sukses tercapai.

Penentu keberhasilan visi misi program Asta Cita dari Presiden Prabowo, dan Dasa Cita di daerah ini, itu ditentukan dan terbesar ada ditangan bapak ibu ASN sekalian. 

Untuk itu kita harus bekerja dengan hebat, terutama dalam mengurus orang-orang susah di NTT agar semua yang kita cita-citakan, yang kita rencanakan melalui program-program bisa berhasil kita wujudkan .” Pungkas Gubernur Melki.





BACA JUGA :