Bupati Kupang"Yosef Lede" Tegaskan Pelayanan Kepada Masyarakt Itu Harus Paling Penting dan Juga Paling Utama

KABUPATEN KUPANG, Proklamator.com-- Kendaraan Patwal Pol -PP milik Pemkab Kupang yang sedang mendampingi Bupati Kupang dalam pemantauan fasilitas Infrastruktur Jalan Jembatan diwilayah Fatuleu Barat diterjang banjir pasang/ bandang yang tiba-tiba datang di Crosway kali Siumate kecil Desa Naitae Kabupaten Kupang. 

" Mobil berpenumpang 3 orang staf baik Walpri, Fotografer dan Supir tersebut hanyut sepanjang 500 meter. 

Untung saja, Tuhan masih menolong dan menyelamatkan sehingga pohon kecil yang ada ditngah kali yang membuat mobil sangkut dan para penumpang bisa keluar dan selamat, jika tidak ceritanya bisa lain. 

Ataupun jika mobil Pol PP tersebut bisa lewat dan diikuti oleh kendaraan DH 1 B yang ditumpangi Bupati Kupang, mungkin saja yang mengalami hanyut, hanya hitungan beberapa detik saja.

Dimusim hujan dengan cuaca ekstrim, Bupati Kupang Yosef Lede sejatinya sudah tahu bahwa ada resiko alam yang bisa terjadi seperti banjir, longsor dan keadaan lainnya yang bisa saja terjadi. 

" Namun kecintaan terhadap Masyarakat dan jati diri sebagai orang tua dan bapak bagi masyarakat Kabupaten Kupang, membuat Bupati Kupang terjun langsung bersama berbagai jajaran diantaranya Kadis PU Tonci Teuf, Kasat Pol PP Adi Lona untuk melihat langsung sarana prasaran jalan jembatan di wilayah Fatuleu Barat yang rusak bahkan yang belum memiliki fasilitas. 

Tujuannya untuk dapat diindetifikasi, dipetakan dan diusulkan ke Pemerintah Pusat agar dapat segera terintervensi dengan Pembangunan.

Kehadiran saya ditengah-tengah cuaca ekstrim untuk melihat kondisi sarana dan infrastruktur yang ada ditengah-tengah masyarakat. khususnya dilwiayah fatuleu Barat sampai Amfoang Dimana ada jalan dan jembatan yang rusak, yang putus bahkan ada yang belum memiliki fasilitas jembatan yang baik. 

Kita berharap hasil identifikasi ini kita usulkan ke Pemerintah Pusat untuk dapat ditangani,” tegas Bupati Yosef Lede.

" Dengan tidak memperdulikan hujan dan banjir, dirinya nyatakan yang terpenting adalah mendapatkan data identifkasinya dan bisa segera dikirimkan. 

Sebelumnya Bupati Kupang Yosef Lede juga mememantau beberapa bendung dan sarana irigasi di Kupang Timur dan Sulamu sehingga bisa ditangani segera. “Kondisi keuangan daerah yang terbatas tentunya membuat kita bergerak dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat sehingga persoalan sarana dan prasarana bisa diatasi.  

Hal ini penting untuk diperjuangkan sampai ketingkat pusat apalagi kondisi jalan jembatan disni rusak parah dan menyulitkan akes masyarakat sampai ke wilayah Amfoang,” Ung

Sarana prasarana menjadi perhatian karena menghubungkan Kecamatan Fatuleu Barat dan Amfoang. Kita tinjau dan identifikasi untuk diusulkan ke Pemerintah Pusat. 

" Tindakan cepat perlu dilakukan guna meminimalisir dampak bencana, serta melakukan perhitungan teknis akan fasilitas – fasilitas yang rusak maupun yang belum ada  seperti jembatan – jembatan, agar bisa diusulkan ke pemerintah pusat untuk dibangun ataupun diperbaiki secepatnya.

Dua daerah yang menjadi titik pemantauan Yosef Lede adalah Kali Noelbisnaen, Desa Siumolo,  dan Kali Siumate, yang saat ini sedang mengalami banjir besar dan abrasi bibir sungai dengan kondisi yang sangat parah, sehingga akses jalan menjadi terhambat.

Terhadap kondisi yang dialami, dirinya menyatakan akan terus berkerja dan berjuang untuk masyarakat Kabupaten Kupang, meski terkadang dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. 

Beberapa waktu lalu dalam kegiatan pembukaan sidang Klasis fatuleu Timur di GMIT Betel Nunasi Desa Tanini, Bupati Yosef Lede dan beberapa pimpinan OPD hadir dan membuka kegiatan tersebut.

 Melewati medan yang cukup sulit dan kali yang lumayan dalam hampir membuat mobil salah satu tim hampir terhanyut, namun berkat bantuan warga yang sigap mobil bisa dikendalikan dan menyeberang dengan baik. “Melewati kondisi sulit bukan hal baru, namun pelayan terbaik kepada masyarakat yang utama,” ungkap Bupati Yosef.



BACA JUGA :