KOTA KUPANG, Proklamator.com-- Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., mewakili Wali Kota Kupang menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maulafa yang digelar di Kantor Camat Maulafa, Kamis (19/2/26).
Turut hadir Tokoh Agama Kecamatan Maulafa, Pdt. Helmy Ndun, M.Pd., M.Th., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, Patrisius Tupen, S.E., para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang, Kapolsek Maulafa, Danramil 1604-07/Alak, Plt. Camat Maulafa, Ketua TP PKK Kecamatan Maulafa, Kepala Puskesmas Sikumana, Kepala Puskesmas Penfui, para lurah se-Kecamatan Maulafa, Ketua LPM se-Kecamatan Maulafa, serta para utusan dan delegasi dari masing-masing kelurahan.
" Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musrenbang tingkat kecamatan yang dinilai berlangsung lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan proses Musrenbang hingga tingkat kecamatan pada bulan Februari merupakan langkah maju dan patut diapresiasi.
Ini hal yang luar biasa. Proses perencanaan berjalan lebih cepat dan lebih terstruktur. Kita patut memberikan apresiasi kepada jajaran Bappeda yang telah bekerja keras sehingga tahapan ini bisa terlaksana tepat waktu,” ujarnya.
Sekda juga menyampaikan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terkait hasil evaluasi pembangunan tahun 2025 dan pelaksanaan tahun 2026, yang menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang menetapkan kebijakan alokasi anggaran minimal Rp500 juta untuk masing-masing kelurahan, berdasarkan usulan prioritas masyarakat melalui Musrenbang.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan pembangunan pada tahun 2027. Selain percepatan proses perencanaan, terdapat pula kepastian dukungan anggaran bagi setiap kelurahan.
Ia mengingatkan seluruh peserta Musrenbang agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam menentukan usulan prioritas.
Kita harus benar-benar memilih program yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, bukan sekadar keinginan. Dengan begitu, anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran,” tegasnya.
" Sekda juga mendorong percepatan pelaksanaan Musrenbang tingkat kelurahan serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara program yang dibiayai melalui alokasi Rp500 juta dengan program lain yang bersumber dari dana kelurahan.
Selain pembangunan fisik, Sekda menyoroti isu stunting dan kemiskinan ekstrem di Kecamatan Maulafa yang masih relatif tinggi. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui program kesehatan dan pendidikan.
Tidak mungkin masyarakat bisa produktif jika kondisi kesehatannya tidak baik. Tidak mungkin anak-anak bisa berprestasi jika mengalami kekurangan gizi. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Kupang saat ini bergerak ke wilayah selatan, termasuk Kecamatan Maulafa. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi pertumbuhan wilayah dan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat.
" Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama, bermusyawarah secara bijak dan arif dalam menentukan prioritas pembangunan demi kenyamanan dan kesejahteraan warga.
Mengakhiri sambutannya, Sekda mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang secara resmi membuka Musrenbang Kecamatan Maulafa Tahun 2026.
Kiranya Tuhan memberkati seluruh proses perencanaan ini dan menuntun kita dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya di Kecamatan Maulafa,” pungkasnya.
