" Dampak bencana di Fatuleu Barat sendiri juga menjadi penyebab utama akses masuk keluar daerah Amfoang menjadi terganggu.
Dalam kunjungannya ke Fatuleu Barat, Bupati Kupang didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Tonci Teuf melihat dan mengidentifikasi sarana prasarana yanh rusak, bahkan yang belum terbangun di wilayah pantai Utara tersebut.
Sarana prasarana disini perlu menjadi perhatian karena menghubungkan Kecamatan Fatuleu Barat dan Amfoang. Kita tinjau dan identifikasi untuk diusulkan ke Pemerintah Pusat sehingga yang rusak bisa diperbaiki dan yang belum ada prasarananya bisa di bangun," ungkap Bupati Yosef.
Tindakan cepat perlu dilakukan guna meminimalisir dampak bencana, serta melakukan perhitungan teknis akan fasilitas – fasilitas yang rusak maupun yang belum ada seperti jembatan – jembatan, agar bisa diusulkan ke pemerintah pusat untuk dibangun ataupun diperbaiki secepatnya.
" Dua daerah yang menjadi titik kunjungan Yosef Lede adalah Kali Noelbisnaen, Desa Siumolo, dan Kali Siumate, yang saat ini sedang mengalami banjir besar dan abrasi bibir sungai dengan kondisi yang sangat parah, sehingga akses jalan menjadi terhambat.
Dalam kesempatan tersebut, Yosef Lede segera menginstruksikan Tonci Teuf untuk menurunkan alat berat dan menormalisasi kali, dan membersihkan sampah – sampah yang terbawa banjir.
Bupati Kupang, Yosef Lede juga meminta Tonci Teuf untuk membuat perencanaan pembangunan jembatan Termanu dan jembatan Kapsali yang rusak, serta pembangunan jembatan di kali Siumate dan kali Noelbisnaen, agar ia bisa membawanya ke pemerintah pusat untuk di perjuangkan terealisasi pembangunannya.
Segera sekarang juga turunkan alat berat untuk normalisasi dan bersihkan kali – kali ini. Sekaligus buat perencanaan pembangunan jembatan Termanu, jembatan Kapsali serta jembatan di kali Siumate dan kali Simolo. Saya akan bawa ke pusat untuk perjuangkan terealisasi” tegas Yosef Lede.
Setelah memantau kali Noelbisnaen dan kali Siumate, Bupati Kupang berenacana memantau daerah Tuakao, namun malangnya, saat memasuki kali Pinang di daerah Siumate, mobil pengawal Bupati dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kupang, terhempas banjir kiriman yang tiba – tiba datang saat mobil tersebut melintas di crossway penyebrangan kali. Kali yang awalnya datar berair saat akan dilewati, namun dalam hitungan detik angsung dipenuhi arus deras banjir, dan menghempaskan mobil setinggi 6 meter.
Beruntung mobil masih tertahan batang pohon yang ada di dalam kali sehingga tidak terbawa banjir lebih jauh lagi, dan para penumpang mobil sebanyak 3 orang bisa segera keluar dari mobil tanpa kekurangan. Mobil segera dievakuasi alat berat yang sudah tiba untuk menormalisasi kali, dan rombongan Bupati kembali melanjutkan perjalanan.
" Salah seorang warga Desa Siumolo, Fortunatus Alupan, yang hadir saat Bupati Kupang mengunjungi daerah bencana di Fatuleu Barat, memberi apresiasi pada Bupati Kupang yang mau hadir di tengah – tengah masyarakat yang sedang tertimpa bencana, sekaligus memantau sarana prasarana seperti jembatan yang rusak, dengan harapan mereka bisa dibantu untuk diperbaiki sarana yang rusak.
Kehadiran Bupati Kupang di Fatuleu Barat disaat – saat bencana biasa terjadi tersebut, dainggap Netus Alupan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah – tengah masyarakatnya yang kesusahan yang membutuhkan ularan tengan untuk membantu.
Saya beri apresiasi pada pak Bupati karena saat – saat bencana begini, Bupati bisa saja duduk – duduk tenang di kantor, tetapi pak Bupati justru turun langsung ke masyrakatnya untuk ikut merasakan penderitaan yang kami alami, bahkan tadi sampai ada mobil pak Bupati yang rusak banjir bawa.
Semoga kunjungan pak Bupati ini bisa membawa berkat bagi kita disini dan jembatan – jembatan yang rusak bisa diperbaiki sehingga kalau musim penghujan kita tidak terisolir” ujar Fortunatus Alupan.
Dalam kunjugan tersebut, Bupati Kupang juga melakukan penyerahan bantuan perelengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kecamatan Fatuleu Barat.
