RD. Petrus Krisologus Taitoh Ditahbiskan, Wali Kota Kupang Apresiasi Peran Gerja Dalam.Pembangunan SDM


KOTA KUPANG, Proklamator.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Perayaan Misa Syukur Perdana Pentahbisan Imam Baru RD. Petrus Krisologus Taitoh, Kamis (8/1/26), di Gereja St. Yoseph Pekerja, Kelurahan Penfui, Kota Kupang.

Acara ini turut dihadiri Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui sekaligus Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Krispinus Saku; Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Erick Fkun; Ketua Unio Keuskupan Agung Kupang, RD. Bob Muda; Ketua Panitia Misa Perdana, Gabriel Pakaenoni; Yubilaris RD. Petrus Krisologus Taitoh; para imam konselebran, biarawan-biarawati, seminaris, serta umat Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Keuskupan Agung Kupang atas peran dan kontribusinya dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berintegritas di Kota Kupang.

" Menurutnya, Gereja telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga nilai-nilai moral, toleransi, serta kehidupan spiritual masyarakat.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Keuskupan Agung Kupang. Kontribusi Gereja sangat nyata dalam pembangunan Kota Kupang, khususnya dalam membangun iman dan spiritualitas umat,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan kebanggaannya atas penahbisan sebelas imam Keuskupan Agung Kupang sehari sebelumnya. Ia berharap kehadiran para imam baru, termasuk RD. Petrus Krisologus Taitoh, dapat memperkuat pelayanan pastoral dan pembinaan umat di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa panggilan imamat bukan tentang kedudukan, melainkan kesediaan untuk melayani dengan ketulusan, kesetiaan, pengorbanan, serta keberanian menyuarakan kebenaran meski menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, meski terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, Pemkot Kupang tetap melakukan efisiensi belanja, termasuk dengan tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru bagi pimpinan daerah dan DPRD. Dana hasil efisiensi tersebut dialokasikan untuk mendukung bantuan bagi rumah ibadah lintas agama.

“ Kolaborasi dan gotong royong adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dalam persatuan, kita akan menemukan kemenangan,” pungkas Wali Kota.

Sementara itu, RD. Petrus Krisologus Taitoh menceritakan perjalanan panggilan imamatnya yang telah ditempuh selama kurang lebih 14 tahun hingga akhirnya ditahbiskan sebagai imam Keuskupan Agung Kupang.

Ia memulai perjalanan tersebut pada 2012 dengan memasuki Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi, kemudian melanjutkan pembinaan di Atambua, Seminari Tinggi, serta menempuh pendidikan filsafat.

Ia mengangkat motto imamatnya, “Engkau Telah Melakukannya untuk Aku” sebagai landasan pelayanan yang menempatkan Tuhan sebagai pusat dan memandang setiap orang sebagai perwujudan kasih Kristus.

Tekadnya untuk menjadi imam semakin mantap pada 8 Desember 2016 saat menerima jubah rohaniwan, hingga akhirnya ditahbiskan pada 6 Januari 2026 oleh Uskup Keuskupan Agung Kupang.

RD. Petrus mengakui pergumulan terberat dalam panggilannya adalah menyadari keterbatasan diri. Namun, berkat bimbingan para pembina dan pengalaman langsung di medan pelayanan, ia terus bertumbuh menjadi imam yang setia, berdedikasi, dan bermanfaat bagi Gereja serta umat.




BACA JUGA :