Duit Panas e KTP Mengalir ke Pimpinan Komisi II

Duit Panas e KTP Mengalir ke Pimpinan Komisi II

Proklamator (Jkt)-Mantan pimpinan Komisi II DPR periode 2009-2014 disebut-sebut  menerima uang senilai 25 ribu dolar Amerika untuk memuluskan anggaran proyek KTP elektronik atau E-KTP.

 

Duit Panas e KTP Mengalir ke Pimpinan Komisi II
Mantan Pimpinan Komisi II DPR RI

Empat nama tu adalah, Chaeruman Harahap (Golkar), Ganjar Pranowo (PDIP), Teguh Juwarno (PAN) dan Taufik Effendi (Demokrat).  Keempat nama ini  tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto, yang telah menjadi tersangka.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, beberapa hari lalu menyebut terdapat nama-nama tokoh yang diduga menerima uang dalam skandal kasus korupsi E-KTP. Agus bahkan, berharap nama nama itu tak membuat gaduh perpolitikan nasional.

Sepert diketahui , pemberian dana operasional anggota DPR merupakan hasil kesepakatan dari pembahasan tambahan APBN 2013, untuk membiayai proyek E-KTP.

Dalam rapat antara menteri dalam negeri saat itu, Gamawan Fauzi, bersama Anggota DPR Komisi II, pada pada 27 Juni 2012, menyetujui dana tambahan sebesar Rp 1,045 triliun, untuk penyelesaian pengadaan blanko KTP berbasis chip sebanyak 65.340.367 keping.

Uang itu, dalam BAP yang didapat Proklamatorsebagai dana operasional anggota DPR di Komisi II yang diminta politisi Hanura, Miryam S Haryani.

Miryam, sekitar Agustus 2012 meminta kepada Irman sejumlah uang sebesar Rp 5 miliar. Irman langsung meminta Sugiharto menyiapkan uang permintaan bagi anggota DPR Komisi II.

Masih dalam BAP yang tertera, Sugiharto menghubungi Direktur Utama (Dirut) PT. Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, untuk menyiapkan uang permintaan Miryam.

Quadra Solution merupakan anggota konsorsium yang dipimpin Perum Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Selain Perum PNRI dan Quadra Solution, konsorsium yang memenangkan tender proyek E-KTP senilai Rp 5,9 triliun ini terdiri dari PT Sucofindo (Persero), PT LEN Industri (Persero), dan PT Sandipala Athaput.Orot

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *