Danau Air Tawar Raksasa Di Jantung Borneo

Kalimantan, proklamator.com – Jangan heran jika anda menemukan burung elang ular kinabalu bertengger gagah di dahan-dahan pohon yang tumbuh subur di danau Sentarum. Satwa yang dalam bahasa latin di sebut Spilornis kainabaluensis, biasa dijumpai di Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, akan tetapi tidak lama ini ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Kabupaten Kapuas Hulu. Taman Nasional Danau Sentarum memang terkenal sebagai tempat birdwatching. Para pengila burung biasanya datang ke tempat ini pada bulan Juni hingga Oktober. Selain elang kinabalu, di danau Sentarum juga masih terdapat ikan balashark yang keberadaannya dinyatakan telah punah di sungai Kapuas sejak lebih dari 30 tahun silam.

indonesia.travel
indonesia.travel

Biodiversity

Taman Nasional Danau Sentarum adalah lebak lebung atau floodplain, suatu hamparan banjir dengan luas wilayah lebih 132.000 hektar mencakup tujuh kecamatan, yaitu: Batang Lupar, Selimbau, Badau, Jongkong, Bunut Hilir, Suhaid, dan Semitau. Tempat ini telah menjadi habitat bagi spesies ikan air tawar yang memiliki luas wilayah terbesar di Indonesia.  Danau Sintarum  menjadi habitat  bagi 265 jenis ikan air tawar, 675 spesies tanaman, dan 147 jenis mamalia, 311 jenis burung, 265 jenis ikan, 64 jenis reptil dan ampibi, serta 154 jenis anggrek alam. Beberapa flora menjadi endemik danau ini dan sebagian besarnya telah dikenali dalam catatan ilmuwan, seperti tembesu atau tengkawang (Shorea beccariana), jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp), keruing (Dipterocarpus sp), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri).

Jika beruntung kita juga dapat menyaksikan beberapa satwa unik seperti, keluarga kera, semisal, bekantan (Nasalis larvatus), siamang (Hylobates muelleri), orangutan (Pongo pygmaeus), long-tailed monkey (Macaca fascicularis), ada juga tupai (Callosciurus notatus, C. Prevostii), tupai besar (Ratufa affinis), beruang madu (Helarctos malayanus), dan macan pohon (Neofelis nebulosa). Beberapa spesies burung cantik seperti bekakak (Halcyon capensis), elang kepala putih (Haliastur Indus), rangkong (Buceros rhinoceros), burung Raja Udang (Alcedo meninting) dan  enggang gading (Rhinoplax vigil) masih berhabitat di danau ini.

Kolam Air Tawar Raksasa

Debet air akan meningkat saat musim hujan dan danau ini bakal menjadi kolam air tawar raksasa. Namun, wajahnya dapat berubah drastis jika musim kemarau tiba. Danau ini akan berubah menjadi hamparan padang rumput kering saat musim kemarau sebab airnya terkuras untuk mengairi sungai Kapuas.

Danau Sentarum diairi oleh dua buah sungai yaitu Sungai Leboyan dan Sungai Tawang. Sungai Leboyan berhulu ke Sungai Embaloh.  Sungai Tawang adalah  penghubung antara Sungai Kapuas dengan kawasan danau di Taman Nasional Danau Sentarum yang airnya bewarna kemerahan yang dihasilkan dari proses pembusukan daun-daun di dasar sungai.

Dayak Iban,  Tamambaloh dan Suku Kantu

Jika berkesempatan mengunjungi taman nasional yang telah menjadi situs Ramsar berdasarkan undang-undang international ini, anda dapat bertemu dengan suku Dayak yang mendiami kawasan danau dan hutan tropis tersebut sebagai tempat bergantung hidup. Suku Dayak Iban menjadikan kawasan TNDS sekitar sungai Sedik sebagai tempat berburu. Sedangkan suku Tamambaloh hidup di bagian timur danau dan suku Kantu mendiami sebelah barat danau dengan cara hidup yang hampir sama antara suku yang satu dengan yang lain. Mereka telah lama berbagi danau Sentarum secara turun temurun.

Transportasi

Butuh waktu kira-kira 11  jam perjalanan darat dari Pontianak menuju TNDS. Perjalanan melalui Siantang hingga Semitau. Sedangkan jika menggunakan transportasi air butuh waktu 7 jam perjalanan dari Siantang ke Semitau dengan menggunakan perahu atau bandong. Dari Semitau perjalan akan dilanjutkan menggunakan bandong menuju Lanjak untuk samapai ke TNDS.

Jika tidak ingin repot, ada penerbangan pesawat dari Pontianak menuju Putusibau. Lalu  dari Putusibau menggunakan speedboat selama 6 jam menuju Nanga Suhaid atau Bukit Tekenang. Putusibau adalah kota terdekat dengan Taman Nasional Danau Sentarum. Anda dapat menyiapkan bekal di Putusibau untuk berpetualang  ke pelbagai wilayah yang mencakupi danau ini. Sebaiknya anda menyiapkan uang cash sebelum sampai ke Putusibau. Sebab, di sana hanya ada dua bank, yaitu bank BRI di jalan Panjaitan dan bank Kalbar di jalan Merdeka.

Meskipun tidak banyak, tetapi tarif menginap di hotel-hotel di Putusibau lumayan terjangkau. Hanya dengan sekitar Rp. 150.000 per malam, anda dapat beristirahat dengan nyaman sambil merencanakan dan menyiapkan petualangan. Pilihan lain yang cukup menantang adalah bermalam sambil berpetulang di perahu. Anda  bisa membuat jenis kuliner dengan bahan dasar ikan- ikan hasil tangkapan nelayan yang bisa anda beli di danau ini.

Penulis;

Achmad Zaenudin

Kader Konservasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *